JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi strategi utama pemerintah dalam memastikan pertumbuhan ekonomi nasional benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya menjadi angka makro ekonomi.

Muhaimin menyebut pemerintah saat ini sedang membangun ekosistem ekonomi yang adil dan inklusif, di mana UMKM ditempatkan sebagai aktor utama dalam rantai pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan bertema “Wirausaha Kuat, UMKM Hebat, Ekonomi Indonesia Berdaulat” di SMESCO Indonesia, Jakarta, Rabu (10/06/2026).

“Bapak Presiden dan Pemerintah hari ini tidak ingin pertumbuhan ekonomi ini hanya menjadi kebanggaan pertumbuhan tetapi tidak dirasakan oleh UMKM kita,” ujar Muhaimin.

Ia menjelaskan bahwa salah satu kebijakan konkret yang telah diterapkan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang mempertahankan tarif Pajak Penghasilan Final UMKM sebesar 0,5 persen. Kebijakan ini dinilai memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk bertumbuh dan memperkuat usahanya.

Menurutnya, keadilan ekonomi harus tercermin dari beban pajak yang proporsional, di mana pelaku usaha kecil mendapat keringanan sementara pelaku usaha besar tetap berkontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara.

“Itu ekonomi yang berkeadilan, yang kecil diberi ruang untuk tumbuh,” katanya.

Muhaimin juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin sumber daya alam Indonesia justru lebih banyak dinikmati pihak luar. Karena itu, kebijakan hilirisasi dan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional.

“Pemerintah jangan sampai membiarkan yang untung malah negara lain dalam memanfaatkan sumber daya alam kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan UMKM menjadi prioritas agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Muhaimin optimistis dalam satu hingga dua tahun ke depan, UMKM akan semakin kuat dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Insha Allah UMKM kita akan tumbuh dan menjadi pelaku utama ekonomi nasional,” pungkasnya (red)