BANDUNG, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) harus menjadi kekuatan utama dalam memperkuat kualitas kader dan basis politik Golkar.

“Jadi SOKSI harus memboboti partai. Golkar dasar akarnya salah satu di antaranya adalah SOKSI. Bukan Golkar-nya yang memboboti SOKSI, tapi SOKSI yang harus memboboti Golkar,” ujar Bahlil saat penutupan Rakernas I dan Rapimnas I SOKSI Tahun 2026 di Bandung, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Bahlil, SOKSI sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar memiliki peran strategis dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa dan meningkatkan kekuatan politik partai di parlemen.

“SOKSI adalah salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yang peranannya cukup strategis,” katanya.

Ia meminta SOKSI segera melakukan konsolidasi kerja lapangan dan memperkuat kaderisasi untuk meningkatkan kontribusi politik Golkar di DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota.

Ketua Umum Golkar itu juga menegaskan kader SOKSI harus aktif melahirkan kader yang kritis, vokal, dan memiliki kapasitas kepemimpinan, bukan sekadar menjadi pengikut dalam dinamika politik nasional.

“Acara ini adalah bentuk konsolidasi yang sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Bahlil turut menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun status sosial.

Ia menolak adanya dikotomi kepemimpinan dan sistem kasta di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Ketika kita membangun dikotomi dalam sebuah pola kepemimpinan politik di Partai Golkar, itu sama dengan kita menutup peluang baru dalam rangka meningkatkan kekuatan basis politik kita,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun kembali menegaskan komitmen SOKSI untuk tetap solid bersama Partai Golkar.

Misbakhun juga menyatakan aspirasi kader SOKSI menginginkan Bahlil Lahadalia kembali memimpin Partai Golkar selama dua periode (red)