JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak terlibat dalam final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.

“Surat resmi dari SMAN 1 Pontianak sudah kami diterima dan kami menghormati sikap tersebut. Dialog sudah kami lakukan dengan pihak SMAN 1 secara terbuka dan penuh kekeluargaan ketika Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak bersilaturahim ke MPR RI pada hari Kamis (14 Mei),” ujar Eddy kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Eddy, pimpinan MPR RI tetap terbuka terhadap berbagai masukan dan dukungan yang berkembang terkait polemik lomba tersebut.

Politisi PAN itu menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI maupun metode sosialisasi Empat Pilar ke depan.

“Ini menjadi momentum perbaikan terus menerus bagi rangkaian acara LCC Empat Pilar MPR RI sekaligus perbaikan bagi berbagai metode Sosialisasi Empat Pilar MPR ke depannya,” katanya.

Selain menghormati keputusan sekolah, Eddy juga menegaskan tidak boleh ada intimidasi terhadap Josepha Alexandra, rekan satu grupnya, maupun pihak sekolah.

“Tidak boleh ada intimidasi dalam bentuk apapun terhadap Josepha, rekan-rekan satu grupnya maupun SMAN 1 Pontianak. Sikap mereka wajib dihormati dan saya berkomitmen melindungi mereka dari intimidasi dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Eddy turut mengapresiasi sikap sportif civitas akademika SMAN 1 Pontianak yang tetap mendukung SMAN 1 Sambas sebagai juara pertama untuk melaju ke final nasional.

“Saya salut dengan sikap kesatria dan sportivitas tinggi dari seluruh civitas SMAN 1 Pontianak yang tidak hanya siap mendukung juara 1 lomba untuk maju ke tahapan final lomba nasional LCC, namun juga semangat mereka untuk tetap mengikuti LCC MPR RI di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya (red)