JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menyoroti kondisi peternak bebek rakyat yang semakin tertekan akibat lonjakan harga pakan dan anjloknya harga telur bebek di pasaran. Ia memastikan aspirasi para peternak akan diteruskan kepada pemerintah dan Komisi IV DPR RI untuk mendapatkan perhatian serius.

“Kami akan meneruskan ini ke Komisi IV DPR yang membidangi dan juga khususnya kepada Fraksi PKB untuk mendapat perhatian,” ujar Chusnunia, Minggu (10/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi protes Persatuan Peternak Bebek Nasional (PPBN) dalam forum “Rembug Nasional Peternak Rakyat, Harga Pakan Melambung, Harga Telur Bikin Kembung” di Sleman, Yogyakarta.

Ketua Umum PPBN Mohammad Rosul mengatakan harga telur bebek saat ini terus merosot hingga berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP), membuat peternak kesulitan bertahan.

“Harga telur bebek akhir-akhir ini anjlok, jangankan peternak untung, harganya saja sudah di bawah HPP,” kata Rosul.

Selain harga jual yang rendah, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu peserta forum, Haryono, menyebut harga pakan bebek petelur telah naik tiga kali dalam dua bulan terakhir.

“HPP bebek petelur setidaknya Rp1.732, sedangkan harga telur hari ini hanya Rp1.400 sampai Rp1.500. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Haryono.

PPBN mendesak pemerintah segera turun tangan mengontrol harga pasar telur bebek dan memperjelas keberpihakan terhadap peternak rakyat. Organisasi tersebut juga akan mengajukan audiensi ke Komisi IV DPR RI guna menyampaikan langsung kondisi yang dihadapi para peternak.

Sebagai bentuk protes atas memburuknya kondisi pasar, PPBN turut menggelar aksi pembagian 30 ribu butir telur bebek gratis di kawasan Ring Road Utara UPN Sleman, Yogyakarta.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar usaha peternakan rakyat tetap bertahan di tengah tingginya biaya produksi dan lemahnya daya serap pasar telur bebek nasional (red).