JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kritik yang disampaikan Feri Amsari merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa, bukan ancaman bagi pemerintah. Menurut Hasto, kritik terhadap kebijakan publik, termasuk isu pangan, justru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
“Kalau kita kritik pemerintah bukan berarti kita tidak ingin pemerintah berhasil. Justru ketika kita kritik pada pemerintah karena kita sayang, cinta tanah air kepada Republik ini,” ujar Hasto dalam peringatan Konferensi Asia Afrika 1955, Sabtu (18/4/2026).
Ia menilai, pelaporan kritik ke aparat penegak hukum merupakan langkah yang tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.
Menurutnya, Indonesia sejak awal dibangun di atas tradisi dialektika dan pertukaran gagasan yang sehat.
“Padahal Republik ini dibangun dengan suatu dialektika,” tegasnya.
Hasto juga menekankan pentingnya menjaga ruang kebebasan sipil, termasuk kebebasan berbicara dan kebebasan pers, sebagai fondasi utama negara demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa semangat Konferensi Asia Afrika 1955 mengajarkan pentingnya menolak segala bentuk penindasan, termasuk terhadap kebebasan berpendapat.
“Maka di Republik ini seharusnya tidak boleh ada penindasan atas cara apa pun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai kekuatan dalam membangun bangsa.
“Perbedaan ide dan pemikiran itu penting dalam demokrasi, selama dilandasi semangat cinta tanah air,” pungkasnya (red)

Berita terkait