Ratna Juwita Sari: Momentum Harga Minyak Perkuat Cadangan Energi Nasional
Selasa, 27 Januari 2026, 15:13:39 WIB
JAKARTA, BERITA NASIONAL – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menilai turunnya harga minyak dunia seharusnya dimanfaatkan pemerintah sebagai momentum strategis untuk memperkuat cadangan energi nasional. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak sekadar merespons penurunan harga dengan kebijakan jangka pendek yang berorientasi fiskal.
Menurut Ratna, dinamika geopolitik global yang belum stabil berpotensi membalikkan tren harga minyak secara cepat. Karena itu, negara perlu mengambil langkah antisipatif agar tidak kembali terpukul ketika harga energi melonjak.
“Ini justru waktu yang tepat bagi negara untuk mengamankan pasokan dan memperbesar cadangan energi nasional,” ujar Ratna di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Sekretaris DPP PKB bidang Sumber Daya Alam itu menegaskan bahwa ketahanan energi harus menjadi prioritas utama dalam perumusan kebijakan. Ketergantungan terhadap impor minyak dan keterbatasan cadangan strategis, kata dia, dapat menjadi titik lemah serius bagi perekonomian nasional.
Ratna juga mendorong pemerintah agar lebih transparan dalam pengelolaan cadangan energi, sekaligus membuka ruang pengawasan DPR untuk memastikan setiap kebijakan diambil dengan pertimbangan jangka panjang dan kepentingan nasional.
Ia menilai pendekatan reaktif terhadap fluktuasi harga energi global berisiko melahirkan kebijakan tambal sulam yang pada akhirnya membebani anggaran negara dan masyarakat. Pemerintah, menurutnya, perlu membangun skema antisipatif yang konsisten dan berkelanjutan.
“Momentum harga murah ini harus diperlakukan sebagai investasi strategis, bukan sekadar ruang untuk kebijakan populis sesaat,” pungkas Ratna (red).
Berita terkait
Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji...
Mafirion: Negara Wajib Hadir Lindungi Korban...
Gus Hilman: PTS Tertekan, Kebijakan Kampus...
Gus Abduh: Tokoh Agama Tak Boleh...
Asep Romy Romaya Desak Larangan Whip...
Kebocoran Gas di Cilegon, Ratna Juwita...
Berita Terbaru
Penerimaan Road Map: Kekalahan atau Kenegarawanan?...
Hasto Kristiyanto: Program Makan Gratis Harus...
