Ahmad Rofiq: Partai Gema Bangsa Usung Visi Indonesia Reborn
Senin, 19 Januari 2026, 13:22:56 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Hasil Pemilu 2024 yang hanya meloloskan delapan dari 18 partai politik ke parlemen tidak menghentikan lahirnya kekuatan politik baru. Memasuki pertengahan Januari 2026, dua partai politik anyar resmi dideklarasikan, salah satunya Partai Gema Bangsa.
Partai Gema Bangsa dideklarasikan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Partai ini dipimpin oleh Ahmad Rofiq sebagai ketua umum dan didampingi Muhammad Sopiyan sebagai sekretaris jenderal. Keduanya merupakan mantan kader Partai Perindo.
Dalam deklarasinya, Ahmad Rofiq menegaskan Partai Gema Bangsa mengusung visi besar bertajuk Indonesia Reborn, yakni kebangkitan nasional melalui kemandirian bangsa dan desentralisasi politik.
“Partai Gema Bangsa bukanlah milik pribadi ataupun segelintir elite. Kepemilikan partai sepenuhnya berada di tangan para kader dan pengurus di seluruh Indonesia,” ujar Rofiq di JCC Senayan.
Ia menekankan bahwa pendirian partai tersebut merupakan pernyataan kolektif seluruh struktur organisasi, dari tingkat pusat hingga daerah.
“Hari ini adalah pernyataan deklarasi bahwa Partai Gema Bangsa bukan milik Ahmad Rofiq. Gema Bangsa adalah mereka-mereka yang ada di belakang saya, para ketua DPW, DPD, DPC, hingga ke ujung desa,” tegasnya.
Rofiq juga menyoroti pentingnya meninggalkan pola politik sentralistik yang selama ini dinilai membatasi ruang partisipasi rakyat. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat diberi peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Ia menyebut Partai Gema Bangsa lahir bukan dari ambisi elite atau kepentingan jangka pendek, melainkan dari kegelisahan atas kondisi bangsa, khususnya terkait pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.
“Kami melihat kegelisahan yang sama dirasakan banyak pihak. Kekayaan alam kita besar, tetapi rakyat belum sepenuhnya merasakan manfaatnya,” katanya.
Rofiq juga menyinggung sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan nasional.
“Kita lihat Pak Prabowo sangat marah dengan kondisi ini dan itu menunjukkan keberpihakan pada kepentingan bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan visi Partai Gema Bangsa dalam memperjuangkan kedaulatan nasional,” ujarnya.
Ia optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa besar jika berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tunduk pada kepentingan oligarki maupun kekuatan asing.
“Kemandirian berarti keputusan bangsa harus berpihak pada rakyat. Bukan pada oligarki, bukan pada kepentingan asing. Dengan kemandirian politik, ekonomi, dan budaya, Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” pungkas Rofiq (red)
Berita terkait
Hasto Kristiyanto: Program Makan Gratis Harus...
AMPG DKI: AMPG Health Day Dorong...
Bergabung ke PSI, Rusdi Masse: Siap...
Andy Budiman PSI: Pelonggaran Pilkada Paksa...
Raja Juli Antoni: Rusdi Masse Kunci...
Golkar-Demokrat Kompak Soal Reshuffle Kabinet, :...
Berita Terbaru
Habib Syarief: Kemendikdasmen Harus Usut Tuntas...
Kaisar Abu Hanifah: Bonus Demografi Terancam...
