JAKARTA, BERITA SENAYAN — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Reshuffle pada 1 Oktober 2026 menjadi perombakan ketujuh sejak pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dilantik pada Oktober 2024.
Sebanyak 18 pejabat dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Perombakan kali ini tidak hanya menyentuh jajaran menteri dan wakil menteri, tetapi juga sejumlah lembaga negara serta struktur kepolisian.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto sebelumnya menegaskan pergantian pejabat dalam pemerintahan merupakan kewenangan Presiden. Ia mengatakan reshuffle dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan pemerintahan.
“Menteri, wakil menteri siap diganti. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, kemudian ada yang diangkat yang baru,” kata Bambang pada Rabu (16/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sekitar dua pekan sebelum reshuffle ketujuh digelar. Bambang menyebut pergantian menteri maupun wakil menteri merupakan hal yang dapat dilakukan Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Reshuffle Ketujuh Bawa Sejumlah Wajah Baru
Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, sejumlah pejabat mendapatkan penugasan baru. Bahlil Lahadalia dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sementara Sugiono bergeser dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dudung Abdurachman juga mendapat posisi baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, menggantikan Djamari Chaniago.
Sementara itu, posisi Menteri Luar Negeri kini ditempati Arrmanatha Christiawan Nasir. Muhammad Sarmuji juga masuk jajaran kabinet sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Di tingkat wakil menteri, Drajad Hari Wibowo dipercaya menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman masing-masing dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Muhammad Saleh Mustafa mendapatkan tugas sebagai Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Irwan Meilano dilantik sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Perubahan juga terjadi di lingkungan Istana dan sejumlah lembaga. Mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Dedy Prasetyo ditunjuk sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Aryanto Wibowo menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, sedangkan Muhammad Fadil Imran dipercaya sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Pada saat yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI dan Radian Syam sebagai anggota Ombudsman RI untuk sisa masa jabatan 2026–2031.
Di sektor kepolisian, Prabowo melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Pelantikan tersebut menandai pergantian kepemimpinan Polri dari Listyo Sigit Prabowo.
Tujuh Kali Reshuffle Sejak Prabowo Menjabat
Reshuffle ketujuh menjadi rangkaian panjang perubahan susunan pemerintahan Prabowo sejak awal masa jabatan. Perombakan pertama dilakukan pada 19 Februari 2025.
Dalam reshuffle pertama, Brian Yuliarto dilantik sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Sejumlah pejabat lembaga juga mengalami pergantian, termasuk Kepala BPKP, Kepala BPS, dan Kepala BSSN.
Reshuffle kedua berlangsung pada 8 September 2025. Salah satu perubahan utama ketika itu adalah pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pada perombakan yang sama, Mukhtarudin menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Juliantono dipercaya sebagai Menteri Koperasi, sedangkan Mochamad Irfan Yusuf dilantik sebagai Menteri Haji dan Umrah.
Sembilan hari kemudian, tepatnya 17 September 2025, Prabowo kembali melakukan reshuffle. Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan. Erick Thohir juga dipercaya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo.
Reshuffle keempat dilakukan pada 8 Oktober 2025. Saat itu, sejumlah posisi wakil menteri dan lembaga pemerintah mengalami perubahan, termasuk Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta pimpinan Lembaga Penjamin Simpanan.
Selanjutnya, reshuffle kelima dilakukan pada 27 April 2026. Enam pejabat dilantik dalam perombakan tersebut, termasuk Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Perombakan keenam berlangsung pada 14 September 2026. Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Tidak sampai satu bulan kemudian, Prabowo kembali melakukan reshuffle pada 1 Oktober 2026. ANTARA mencatat perombakan ketujuh ini dilakukan kurang dari sebulan sebelum pemerintahan Prabowo genap berusia dua tahun.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan susunan kabinet menjadi bagian dari dinamika pemerintahan Prabowo selama dua tahun pertama masa jabatan.
Pernyataan Bambang mengenai kewenangan Presiden untuk melakukan pergantian pejabat kembali relevan dengan reshuffle terbaru. Dalam perombakan ketujuh, sejumlah pejabat berpindah posisi, sementara sejumlah wajah baru masuk ke pemerintahan.
Dengan pelantikan 18 pejabat pada 1 Oktober 2026, struktur Kabinet Merah Putih kembali mengalami perubahan. Pemerintah selanjutnya memasuki fase baru dengan susunan pejabat yang telah ditetapkan Presiden Prabowo untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2024–2029 (red)

Berita terkait