JAKARTA, BERITA SENAYAN — Presiden Prabowo Subianto melantik 16 pejabat baru yang terdiri atas menteri, wakil menteri, serta pimpinan sejumlah lembaga dan badan negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dalam prosesi tersebut, Prabowo menekankan sumpah jabatan sebagai komitmen para pejabat untuk menjalankan tugas berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan.
“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya,” ujar Prabowo saat memandu pengucapan sumpah jabatan.
Pelantikan ini menjadi bagian dari perubahan sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan, termasuk sektor politik dan keamanan, hilirisasi energi, pembangunan manusia, perindustrian, luar negeri, hingga reformasi agraria.
Prabowo Tekankan Sumpah Jabatan Pejabat Baru
Pengucapan sumpah menjadi bagian utama dalam prosesi pelantikan 16 pejabat tersebut. Seluruh pejabat mengikuti sumpah yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
Komitmen dalam sumpah tersebut mencakup kesetiaan terhadap UUD 1945 sekaligus kewajiban menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya.
Setelah pengucapan sumpah, para pejabat baru resmi mengemban tugas pada posisi masing-masing di pemerintahan maupun lembaga negara.
Dudung Abdurachman dipercaya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM.
Sementara Sugiono mendapat mandat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Di sektor industri, Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian. Adapun Arrmanatha Nasir dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri.
Perubahan juga menyentuh sejumlah posisi wakil menteri. Nurcholisoh Ibnu Aman dan Lucky Alfirman dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Muhammad Saleh Mustafa dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Irwan Meilano dilantik sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Drajad Wibowo mendapat posisi sebagai Wakil Menteri Koordinator Perekonomian. Sementara Aryanto Wibowo dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Listyo Sigit hingga Nuzran Joher Dapat Tugas Baru
Selain posisi kementerian, Presiden Prabowo juga melakukan perubahan pada sejumlah jabatan pimpinan lembaga dan badan pemerintah.
Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Komjen Dedi Prasetyo mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional.
Di lingkungan Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman, sementara Radian Syam dipercaya sebagai Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia.
Adapun Muhammad Fadil Imran dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Dengan pelantikan tersebut, para pejabat baru mulai menjalankan mandat pada bidang masing-masing.
Perubahan komposisi pejabat juga menempatkan sejumlah figur pada posisi strategis yang berkaitan langsung dengan agenda pemerintahan, mulai dari keamanan, ekonomi, industri, diplomasi, pembangunan manusia, hingga pelayanan publik.
Pelantikan 16 pejabat tersebut sekaligus menandai dimulainya tugas baru bagi para pejabat yang sebelumnya menduduki posisi berbeda.
Bagi pemerintah, pelaksanaan sumpah jabatan menjadi bagian penting dari proses pengangkatan pejabat negara. Komitmen untuk setia kepada konstitusi dan menjalankan peraturan perundang-undangan menjadi dasar bagi para pejabat dalam melaksanakan mandat yang diberikan.
Selanjutnya, kinerja para pejabat baru akan terlihat dari bagaimana mereka menerjemahkan mandat tersebut ke dalam kebijakan dan pelaksanaan tugas di bidang masing-masing (red)

Berita terkait