JAKARTA, BERITA SENAYAN – Rencana pengoperasian kereta khusus pengangkut ternak dan hasil pertanian dari Banyuwangi menuju Jakarta mendapat perhatian dari Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim.

Rivqy mendukung rencana PT KAI melalui KAI Logistik tersebut. Namun, ia mengingatkan agar efisiensi distribusi tidak mengorbankan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan selama perjalanan.

“Jangan sampai paradigma kita hanya mengganti truk dengan kereta. Ternaknya memang sampai tujuan, tetapi kita tidak tahu bagaimana kondisinya selama perjalanan,” kata Rivqy, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, transportasi ternak harus memenuhi standar keselamatan dan kesejahteraan hewan sejak dari kandang hingga tiba di lokasi tujuan.

Rivqy menyoroti rencana kapasitas sekitar 280 ekor sapi dalam satu rangkaian kereta. Menurutnya, angka tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai target yang harus selalu dipenuhi.

“Kapasitas 280 ekor per rangkaian, misalnya, jangan dipandang sebagai target yang harus selalu dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, jumlah ternak yang diangkut harus disesuaikan dengan jenis, ukuran, kondisi, serta kebutuhan masing-masing hewan.

“Yang utama adalah berapa kapasitas yang aman berdasarkan jenis, ukuran, kondisi dan kebutuhan ternak,” lanjut Rivqy.

Ia mengingatkan, kepadatan berlebihan berpotensi meningkatkan stres dan mengganggu kondisi hewan selama perjalanan.

“Jangan sampai mengejar efisiensi justru meningkatkan kepadatan dan stres hewan,” tegasnya.

Wajib Perhatikan Desain Gerbong

Rivqy juga meminta desain gerbong pengangkut ternak benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan hewan. Menurutnya, gerbong harus memiliki ventilasi yang memadai dan mampu melindungi ternak dari kondisi cuaca ekstrem selama perjalanan.

Selain itu, lantai gerbong harus aman dan tidak licin. Sekat antarruang juga harus dirancang agar tidak melukai hewan.  Fasilitas bongkar muat turut menjadi perhatian agar proses pemindahan ternak dapat dilakukan dengan aman dan meminimalkan risiko cedera.

Rencana kereta ternak tersebut akan melayani perjalanan dari Banyuwangi menuju Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 26 jam. Pengangkutan direncanakan menggunakan gerbong yang telah dimodifikasi dari kontainer untuk membawa hewan hidup. Fasilitas ventilasi dan tempat minum juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan ternak selama perjalanan.

Rivqy menilai durasi perjalanan yang cukup panjang membuat aspek kesejahteraan hewan tidak boleh dianggap sebagai persoalan tambahan. Ia meminta seluruh standar transportasi ternak diterapkan secara konsisten sejak proses pemuatan hingga hewan tiba di tempat tujuan.

Rivqy mengatakan penggunaan kereta untuk mengangkut ternak memiliki potensi besar dalam memperbaiki sistem distribusi pangan nasional.

Moda kereta dapat digunakan untuk menghubungkan sentra produksi di Banyuwangi dengan pusat konsumsi di Jakarta secara lebih terjadwal dan dalam jumlah besar. Namun, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari kecepatan dan biaya distribusi.

Menurutnya, aspek keselamatan dan kesejahteraan ternak harus menjadi bagian penting dalam evaluasi keberhasilan layanan. Rivqy juga mengingatkan pemerintah dan operator agar memastikan seluruh proses pengangkutan mengikuti ketentuan kesejahteraan hewan.

Dengan demikian, pengoperasian kereta ternak tidak hanya mampu menekan biaya logistik, tetapi juga memberikan kepastian bahwa hewan yang diangkut tetap dalam kondisi aman dan layak hingga sampai tujuan (red)