JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Oleh Soleh mengapresiasi sikap negara-negara BRICS yang menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.
Sikap tersebut tertuang dalam Deklarasi New Delhi yang disepakati para pemimpin BRICS pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).
Dalam deklarasi itu, para pemimpin BRICS menyerukan penolakan terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.
“Keputusan BRICS menolak pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza merupakan langkah yang tepat dan harus kita apresiasi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat internasional tidak boleh diam terhadap berbagai upaya yang mengancam keberadaan dan hak-hak rakyat Palestina,” kata Oleh Soleh di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Oleh Soleh menilai rencana Israel untuk menduduki seluruh wilayah Gaza dan memindahkan paksa penduduk Palestina harus ditolak secara tegas oleh masyarakat internasional. Menurutnya, pemindahan paksa pada hakikatnya merupakan bentuk pengusiran warga Palestina dari tanah kelahirannya.
“Pemindahan paksa bukan solusi. Itu adalah pengusiran terhadap rakyat Palestina dari tanah mereka sendiri. Karena itu, rencana pendudukan dan pemindahan paksa warga Gaza harus ditolak dengan tegas,” ujarnya.
Politikus PKB asal daerah pemilihan Jawa Barat XI itu menegaskan, masyarakat internasional tidak boleh membiarkan upaya pemindahan warga Palestina berlangsung dengan alasan apa pun.
Gaza Harus Dikelola Rakyat Palestina
Oleh Soleh juga menegaskan Israel tidak memiliki hak untuk menguasai Gaza maupun wilayah Palestina secara keseluruhan.
Menurutnya, masa depan Gaza harus ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri, termasuk dalam hal pengelolaan, pemulihan, dan pembangunan wilayah tersebut.
“Gaza adalah bagian dari Palestina. Pengelolaan dan pembangunan Gaza harus diserahkan kepada warga Palestina. Jangan sampai setelah konflik dan kehancuran yang begitu besar, justru rakyat Palestina kembali kehilangan hak untuk menentukan masa depan wilayahnya sendiri,” tegasnya.
Ia menilai keterlibatan dan dukungan internasional harus diarahkan untuk memastikan rakyat Palestina tetap memiliki hak menentukan masa depan wilayahnya.
Oleh Soleh selanjutnya meminta negara-negara Arab dan negara-negara Islam memperkuat tekanan diplomatik agar Israel menghentikan pendudukan dan menarik diri dari Gaza.
Menurutnya, solidaritas negara-negara Arab dan Islam sangat penting agar persoalan Palestina tidak berhenti sebagai isu kemanusiaan.
Persoalan tersebut, kata dia, juga harus ditempatkan sebagai agenda politik internasional yang diselesaikan berdasarkan prinsip keadilan dan penghormatan terhadap hak menentukan nasib sendiri.
“Negara-negara Arab dan negara-negara Islam harus bersatu dan terus mendesak Israel untuk mundur dan keluar dari Gaza. Komunitas internasional juga harus memastikan tidak ada pemindahan paksa terhadap rakyat Palestina,” katanya.
Indonesia Diminta Konsisten Bela Palestina
Oleh Soleh juga mendorong Pemerintah Indonesia mempertahankan sikap tegas dalam menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.
Ia menilai posisi Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina harus terus dipertahankan dan diperkuat melalui berbagai forum internasional.
“Indonesia harus konsisten. Penolakan terhadap pemindahan paksa warga Palestina harus terus disuarakan di berbagai forum internasional. Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina juga tidak boleh surut,” tuturnya.
Oleh Soleh berharap sikap BRICS tersebut dapat memperkuat tekanan internasional untuk mencegah pemindahan paksa warga Palestina sekaligus mendorong penyelesaian konflik yang menjunjung hak dan masa depan rakyat Palestina (red)

Berita terkait