JAKARTA, BERITA SENAYAN – Tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 49,2 persen berdasarkan survei nasional Digdaya Polling & Strategy. Angka tersebut masih berada di bawah tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 56,3 persen. Selisih keduanya tercatat sebesar 7,1 poin persentase.
Peneliti Muda Digdaya Polling & Strategy, Pangiutan Lubis alias Ipang, menilai angka kepuasan terhadap Gibran tidak semestinya langsung dimaknai sebagai berkurangnya dukungan publik. Sebaliknya, angka tersebut dinilai menjadi ruang evaluasi bagi Gibran untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat komunikasi mengenai kontribusinya dalam pemerintahan.
“Angka 49,2 persen untuk Gibran bukan berarti kehilangan dukungan publik. Justru ini merupakan ruang untuk meningkatkan kinerja, memperkuat komunikasi publik, dan memastikan masyarakat mengetahui kontribusi Wakil Presiden dalam pemerintahan,” kata Ipang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Gibran Dinilai Masih Punya Ruang Perkuat Citra Kinerja
Menurut Ipang, posisi Wakil Presiden memiliki tantangan tersendiri dalam membangun persepsi publik. Berbeda dengan Presiden yang memiliki visibilitas lebih besar dalam keseluruhan kebijakan pemerintahan, Wakil Presiden perlu memastikan kontribusi dan program yang dijalankan dapat terlihat serta dipahami masyarakat.
Karena itu, angka kepuasan 49,2 persen seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat citra kinerja Gibran. Ipang menilai peningkatan kepuasan publik tidak cukup dilakukan melalui komunikasi politik atau pencitraan. Hal tersebut harus dibarengi dengan kinerja konkret yang memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Survei yang sama mencatat tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo mencapai 56,3 persen. Dengan angka tersebut, terdapat selisih 7,1 poin persentase dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Gibran.
Ipang mengatakan perbedaan itu menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap kinerja kedua figur utama pemerintahan.
“Angka survei ini berbicara. Kepuasan terhadap Prabowo sebesar 56,3 persen lebih tinggi dibandingkan Gibran yang berada di 49,2 persen. Selisih 7,1 poin ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap kinerja kedua figur utama pemerintahan,” ujarnya.
Meski demikian, Ipang menegaskan selisih tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan politik antara Presiden dan Wakil Presiden.
Survei Bukan Sekadar Ukur Popularitas
Ipang mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan hasil survei hanya sebagai instrumen untuk membaca tingkat popularitas. Menurut dia, angka kepuasan publik harus diterjemahkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas kinerja pemerintahan.
Tingkat kepuasan 56,3 persen terhadap Prabowo, kata Ipang, harus dipertahankan melalui kinerja yang konsisten. Sementara angka 49,2 persen untuk Gibran dapat menjadi momentum memperkuat kepercayaan masyarakat.
“Survei bisa naik dan turun, tetapi kepercayaan publik harus dibangun melalui kinerja yang konsisten,” tegas Ipang.
Survei Digdaya Polling & Strategy dilakukan pada 22–31 Juli 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara nasional. Responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan dipilih secara acak sistematis.
Survei tersebut memiliki margin of error ±2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen (red)

Berita terkait