JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irmawan, meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik menyusul penutupan sementara delapan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, kepastian informasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya penumpang yang penerbangannya mengalami pembatalan atau penundaan akibat kondisi erupsi.

Irmawan menilai ketidakjelasan informasi justru dapat meningkatkan kecemasan penumpang. Karena itu, seluruh perkembangan mengenai kondisi bandara dan penerbangan harus disampaikan secara cepat, akurat, dan melalui kanal resmi pemerintah.

“Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan informasi yang tidak jelas atau hoaks yang membuat mereka semakin panik. Informasi mengenai status penerbangan, kondisi bandara, maupun kemungkinan keberangkatan harus disampaikan secara berkala melalui kanal resmi. Penumpang membutuhkan kepastian agar bisa menentukan langkah selanjutnya,” ujar Irmawan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Jangan Biarkan Penumpang Menunggu Tanpa Kepastian

Legislator asal Aceh itu mengatakan situasi erupsi memang dapat membuat jadwal penerbangan berubah sewaktu-waktu. Namun, perubahan tersebut harus diikuti komunikasi yang transparan kepada masyarakat.

Penumpang, kata dia, perlu mendapatkan informasi mengenai alasan penerbangan ditunda atau dibatalkan, perkembangan kondisi bandara, serta kemungkinan penerbangan kembali beroperasi.

“Keselamatan memang harus menjadi prioritas, tetapi pemerintah juga harus hadir memastikan hak dan kebutuhan para penumpang yang terdampak tetap terpenuhi,” katanya.

Irmawan meminta informasi tidak hanya diberikan ketika terjadi perubahan besar. Pembaruan secara berkala diperlukan agar masyarakat tidak bergantung pada informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Irmawan juga mendorong Kementerian Perhubungan memperkuat koordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, pemerintah daerah, serta instansi terkait selama kondisi darurat berlangsung.

Menurutnya, koordinasi yang solid akan membuat informasi mengenai status penerbangan dapat diteruskan kepada masyarakat secara cepat dan seragam.

“Koordinasi antara Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, dan instansi terkait harus diperkuat selama kondisi darurat berlangsung. Setiap perubahan status penerbangan perlu segera disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami,” tegasnya.

Ia menilai masyarakat membutuhkan satu rujukan informasi yang dapat dipercaya. Dengan demikian, penumpang dapat menentukan apakah harus tetap berada di bandara, mencari alternatif perjalanan, atau menunggu sampai penerbangan kembali dibuka.

Delapan Bandara Terdampak

Penutupan sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan berdampak pada delapan bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Raden Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto di Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Irmawan menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap harus menjadi pertimbangan utama. Namun, keselamatan tersebut harus berjalan beriringan dengan pelayanan dan komunikasi publik yang baik.

Ia berharap kondisi erupsi segera mereda sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal dan masyarakat yang terdampak dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

“Kami berharap erupsi segera berhenti dan kondisi kembali aman. Yang paling penting, masyarakat, khususnya para penumpang yang terdampak, dapat melalui situasi ini dengan tenang,” pungkas Irmawan (red)