JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, mendukung penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menyusul dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurut Lalu Hadrian, keputusan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi PJJ merupakan langkah tepat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik. Namun, kebijakan tersebut harus diikuti kesiapan sarana, dukungan orang tua, serta pengawasan sekolah agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Karena itu, penerapan pembelajaran jarak jauh di daerah-daerah yang terdampak merupakan kebijakan yang tepat. Jangan sampai kegiatan belajar tatap muka justru membahayakan kesehatan siswa,” ujar Lalu Hadrian, Senin (7/9/2026).
Lalu Hadrian menegaskan, perubahan metode pembelajaran tidak boleh membuat siswa kehilangan hak memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, dinas pendidikan dan sekolah diminta bekerja lebih ekstra memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung secara efektif selama PJJ diterapkan.
“Dinas pendidikan bersama sekolah harus bekerja lebih ekstra. Sekolah dan para guru harus memastikan sarana pembelajaran tersedia dengan baik, mulai dari komputer atau laptop hingga kuota internet yang memadai, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar,” katanya.
Menurutnya, kesiapan perangkat dan akses internet menjadi salah satu faktor penting keberhasilan PJJ. Tanpa dukungan tersebut, siswa di wilayah terdampak berpotensi mengalami kesulitan mengikuti materi pembelajaran.
Orang Tua Harus Dilibatkan
Politikus PKB itu juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua selama proses belajar dilakukan dari rumah. Ia meminta sekolah dan pemerintah daerah membangun komunikasi yang baik dengan orang tua, termasuk memastikan kebutuhan perangkat pembelajaran dan akses internet bagi siswa.
“PJJ membutuhkan kerja sama semua pihak. Orang tua juga harus dilibatkan dan didukung agar anak-anak memiliki sarana belajar yang memadai di rumah,” ujarnya.
Lalu Hadrian menilai dukungan orang tua menjadi semakin penting karena aktivitas belajar yang sebelumnya berlangsung di sekolah kini sebagian besar dilakukan dari rumah.
Selain sarana pembelajaran, persoalan jaringan internet juga menjadi perhatian Lalu Hadrian. Ia meminta dinas pendidikan sigap menangani sekolah maupun siswa yang mengalami keterbatasan akses internet.
“Jika ada sekolah atau siswa yang mengalami kesulitan, misalnya karena jaringan internet lambat atau akses internet terbatas, dinas pendidikan harus segera hadir memberikan solusi. Jangan sampai kendala teknis membuat siswa tertinggal dalam pembelajaran,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki mekanisme penanganan cepat apabila ditemukan kendala teknis selama PJJ berlangsung.
Lalu Hadrian juga meminta pengawasan terhadap pelaksanaan PJJ dilakukan secara ketat. Menurutnya, pembelajaran jarak jauh tidak boleh menjadi alasan berkurangnya kedisiplinan guru maupun kualitas pendampingan kepada siswa.
“Pengawasan harus dilakukan secara ketat. Guru harus tetap disiplin dalam mengajar dan menjalankan tugasnya, meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Jangan sampai PJJ membuat kualitas pembelajaran menurun,” katanya.
Ia menegaskan, keselamatan siswa memang harus menjadi prioritas di tengah dampak abu vulkanik. Namun, perlindungan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan proses pendidikan tetap efektif dan tidak menimbulkan ketertinggalan bagi peserta didik (red)

Berita terkait