JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pembahasan substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu belum dimulai. Ia memastikan seluruh proses revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 akan dilakukan secara terbuka, transparan, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rifqinizamy untuk merespons berkembangnya berbagai spekulasi mengenai materi yang akan dimuat dalam RUU Pemilu. Menurutnya, hingga saat ini Komisi II DPR RI masih berfokus menyempurnakan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sebelum memasuki pembahasan norma.

“Jelas sampai hari ini kami belum membahas substansi norma terkait perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Kita ingin membahas ketentuan Undang-Undang Pemilu ini dengan penuh keterbukaan, transparansi, dan optimisme untuk melakukan perbaikan, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden,” ujar Rifqinizamy kepada Parlementaria dan awak media usai Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Politikus Fraksi Partai NasDem itu menjelaskan, penyempurnaan DIM menjadi tahap penting agar revisi UU Pemilu benar-benar mampu menjawab berbagai persoalan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Karena itu, Komisi II DPR RI tidak hanya mengundang pakar dan akademisi, tetapi juga akan menyerap aspirasi dari partai politik non-parlemen serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Menurut Rifqinizamy, langkah tersebut merupakan arahan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar pembahasan RUU Pemilu berlangsung lebih partisipatif dan menghasilkan regulasi yang memiliki legitimasi kuat.

“Kami akan menyerap aspirasi sekaligus melihat bagaimana ekspektasi dan konsep yang diberikan oleh partai-partai non-parlemen maupun organisasi kemasyarakatan terkait blueprint kepemiluan dan demokrasi kita,” katanya.

Ia menambahkan, agenda kunjungan ke berbagai organisasi masyarakat dan partai non-parlemen masih menunggu penjadwalan. Meski demikian, Komisi II DPR RI menyatakan siap melaksanakan rangkaian safari tersebut.

“Sekarang kita lagi menunggu jadwal Bang Dasco. Kalau kami dari sisi Komisi II siap,” pungkas Rifqinizamy (red)