JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan berbagai aspirasi yang disampaikan Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAG Nasional) memperkuat agenda perjuangan Komisi VIII DPR RI, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan guru agama di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Marwan saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI bersama BAMAG Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Marwan, perjuangan Komisi VIII selama ini tidak pernah dibatasi hanya untuk guru agama tertentu. DPR, kata dia, terus mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh guru agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu maupun agama lainnya.

“Satu mengenai hak guru-guru, guru-guru yang sudah ada. Kita memperjuangkan di sini tidak menyebut guru agama Islam, yang kita sebutkan itu guru agama. Jadi seluruh agama masuk,” ujar Marwan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Agama terdapat sekitar 643 ribu guru agama yang mengajar di sekolah swasta. Komisi VIII DPR RI telah berulang kali mendorong pemerintah agar para guru tersebut memperoleh kesempatan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Namun demikian, upaya tersebut masih terkendala aturan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hanya membuka peluang pengangkatan bagi guru agama yang bertugas di sekolah negeri.

Sebagai jalan keluar sementara, Komisi VIII mengusulkan pemberian insentif kepada guru agama yang belum dapat diangkat menjadi PPPPK. Meski begitu, hasil pembahasan terakhir dengan pemerintah masih memprioritaskan guru agama yang mengajar di sekolah negeri.

Marwan menyebut hingga kini masih terdapat sekitar 32 ribu guru agama yang telah dinyatakan lulus seleksi PPPPK, tetapi belum diangkat karena berstatus mengajar di sekolah swasta.

“Sebelumnya sudah ada guru-guru agama, seluruh guru agama ya, sekitar 32.000 dalam keadaan lulus PPPPK. Passing grade-nya sudah harus diterima, tapi tidak diterima. Sampai sekarang di antara 32.000 itu sudah ada yang masuk masa pensiun. Tapi mereka ini posisinya berada di sekolah swasta,” jelasnya.

Marwan menilai aspirasi BAMAG Nasional menjadi penguat bagi Komisi VIII untuk terus mendesak pemerintah agar persoalan kesejahteraan guru agama segera memperoleh solusi yang lebih adil.

Selain isu guru agama, BAMAG Nasional juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, termasuk penyempurnaan regulasi pendirian rumah ibadah dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Menutup rapat, Marwan memastikan Komisi VIII menerima seluruh sembilan poin aspirasi yang disampaikan BAMAG Nasional. Sebagian telah menjadi agenda perjuangan DPR, sementara sisanya akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah dengan dukungan data yang lebih lengkap.

“Kita setuju itu sembilan poin, cuma kalau kita memperjuangkan tadi ada tambahan-tambahan data yang kita butuhkan. Sebagian poin sudah dalam keadaan kita perjuangkan, sebagian lagi kita akan sampaikan ke pemerintah. Dan berikutnya dibutuhkan tambahan data untuk memperjuangkan,” pungkasnya (red)