KARAWANG, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai pengembangan pupuk organik menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pupuk urea sekaligus memulihkan kualitas lahan pertanian.
Hal itu disampaikan Firman saat mengikuti Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR RI ke PT Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
Menurut Firman, penggunaan pupuk organik secara lebih luas tidak hanya berdampak pada meningkatnya kesuburan tanah, tetapi juga mampu menghemat penggunaan pupuk anorganik yang selama ini menjadi andalan petani.
“Kalau pupuk organik bisa dikembangkan dan ditingkatkan, maka ada pemulihan lahan, tingkat produksi bisa meningkat, dan penggunaan pupuk urea dapat dihemat,” ujar Firman.
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas unsur hara tanah. Karena itu, pemerintah perlu mulai memperkuat kebijakan pengembangan pupuk organik sebagai bagian dari strategi pertanian berkelanjutan.
Firman juga menyoroti perubahan tren pertanian di berbagai negara yang mulai mengutamakan penggunaan pupuk organik, terutama untuk mendukung produksi pangan yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau kita lihat tren dunia ini sudah mulai bergeser kepada pupuk organik, terutama untuk kebutuhan pangan pokok. Vietnam sudah mulai dan di beberapa negara Eropa juga sudah mulai menggunakan pupuk organik,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus segera menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut agar tidak tertinggal dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.
“Kalau nanti ke depan itu juga tidak kita mulai dari sekarang, nanti tertinggal negara-negara lain,” tegasnya.
Firman berharap pemerintah bersama industri pupuk nasional terus mempercepat pengembangan pupuk organik sehingga produktivitas pertanian meningkat, kualitas lahan tetap terjaga, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat (red0

Berita terkait