JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum PP KPPG Hetifah Sjaifudian menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi dan kepemimpinan perempuan di kawasan ASEAN melalui kerja sama lintas negara bersama delegasi PAP Women’s Wing dari People’s Action Party.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam forum Study Trip & Strategic Dialogue Forum yang mempertemukan PP KPPG dengan PAP Women’s Wing di Jakarta pada 17–19 Mei 2026.
Menurut Hetifah, penguatan kapasitas perempuan tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah keterwakilan, tetapi juga memastikan perempuan memiliki pengaruh substantif dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Ia menekankan bahwa perempuan harus diposisikan sebagai aktor strategis dalam demokrasi, pembangunan sosial, hingga diplomasi kawasan Asia Tenggara.
“Perempuan ASEAN harus menjadi kekuatan strategis yang mampu menjembatani pembangunan ekonomi dengan nilai kemanusiaan, stabilitas sosial dengan keadilan, serta kemajuan teknologi dengan keberlanjutan kehidupan keluarga dan masyarakat,” ujar Hetifah dalam pernyataan resminya.
Dalam forum tersebut, PP KPPG memaparkan strategi kaderisasi berlapis yang dimulai dari pendidikan politik akar rumput hingga penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat nasional melalui berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Selain itu, KPPG juga tengah mengembangkan inisiatif Partai Golongan Karya Leadership Academy sebagai wadah pendidikan terpadu untuk meningkatkan kapasitas perempuan di bidang kepemimpinan, komunikasi publik, kewirausahaan, dan literasi digital.
Delegasi PAP Women’s Wing turut berbagi pengalaman terkait pembangunan ekosistem kepemimpinan perempuan di Singapura yang mengedepankan sistem mentoring, meritokrasi, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan.
Kedua pihak juga menyoroti tantangan perempuan di Asia Tenggara yang kini tidak lagi sebatas keterwakilan angka, melainkan bagaimana perempuan mampu memberikan dampak nyata dalam kebijakan publik.
Forum ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi jangka panjang antara organisasi perempuan politik Indonesia dan Singapura dalam membangun kepemimpinan perempuan yang lebih kuat dan berdaya saing di tingkat regional (red)

Berita terkait