JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) mendorong penguatan kepemimpinan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor guna memperluas partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan strategis nasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum KPPRI bertema Women in Parliament: From Representation to Policy Transformation yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ketua panitia forum, Amelia Anggraini, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara parlemen, pemerintah, akademisi, organisasi internasional, dan masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan responsif gender.
Menurutnya, perempuan harus mendapat ruang yang lebih luas dalam proses pengambilan keputusan, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Tadi kita juga telah mendengarkan berbagai pandangan dan komitmen bersama mengenai pentingnya memperkuat kepemimpinan perempuan, memperluas akses dan kesempatan, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil dan responsif gender,” ujar Amelia.
Ia menilai keterlibatan perempuan dalam politik tidak boleh hanya sebatas representasi formal di parlemen, melainkan harus mampu menghadirkan transformasi kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Amelia juga menyoroti pentingnya perspektif perempuan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya terkait isu perlindungan perempuan dan anak, transformasi digital, perubahan sosial, hingga ketidakpastian ekonomi global.
“Di tengah tantangan global saat ini, mulai dari ketidakpastian ekonomi, transformasi digital, perubahan sosial, hingga isu perlindungan perempuan dan anak, perspektif perempuan menjadi sangat penting dalam proses pengambilan kebijakan publik,” katanya.
Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan forum KPPRI. Menurut Amelia, dukungan tersebut mencerminkan adanya komitmen bersama dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di ruang-ruang strategis.
Lebih lanjut, Amelia berharap hasil forum tidak berhenti pada diskusi seremonial semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan sinergi berkelanjutan.
“KPPRI berkomitmen untuk terus menjadi ruang bersama bagi perempuan parlemen lintas fraksi dan lintas latar belakang dalam memperjuangkan isu-isu perempuan, anak, keluarga, kesetaraan kesempatan, dan demokrasi yang inklusif,” pungkasnya (red)

Berita terkait