JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan hilirisasi sumber daya alam harus menjadi motor utama penguatan ekonomi nasional, terutama dalam sektor energi dan komoditas strategis yang tengah didorong pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bambang, kebijakan hilirisasi yang kembali ditegaskan dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 menunjukkan arah pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi pada nilai tambah dalam negeri.

Ia menilai, langkah pemerintah memperkuat program biodiesel dari B40 menuju B50 merupakan bukti nyata keseriusan dalam membangun kemandirian energi berbasis sumber daya domestik.

“Saat ini kita melihat komitmen pemerintah sangat jelas dalam hilirisasi dan transisi energi. Program B40 dan rencana B50 ini adalah langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional,” ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Bambang menambahkan, hilirisasi tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap peningkatan penerimaan negara serta penguatan struktur industri nasional.

Ia juga menyoroti bahwa berbagai kebijakan hilirisasi yang telah berjalan, termasuk di sektor migas dan mineral, mulai menunjukkan dampak positif terhadap posisi Indonesia di pasar global.

“Yang jelas kebijakan hilirisasi ini akan memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai penguatan hilirisasi perlu terus diiringi dengan kebijakan tata kelola yang baik agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan DPR RI akan menjadi kunci dalam memastikan hilirisasi berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang (red)