JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah memperkuat dukungan terhadap riset dan inovasi kampus setelah perubahan nomenklatur program studi Teknik menjadi Rekayasa di perguruan tinggi Indonesia.
Menurut Lalu, perubahan istilah tersebut harus diikuti dengan penguatan kualitas pendidikan, pengembangan teknologi, dan dukungan nyata terhadap karya mahasiswa maupun dosen.
“Pemerintah harus hadir mendukung pengembangan riset, inovasi, dan karya-karya anak bangsa dari kampus. Dengan begitu, pendidikan Teknik atau Rekayasa benar-benar menjadi motor penggerak kemajuan industri, teknologi, dan kemandirian nasional,” ujar Lalu di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi mengubah nomenklatur program studi Teknik menjadi Rekayasa melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 yang berlaku sejak 9 September 2025.
Aturan tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi dan menggantikan ketentuan nomenklatur sebelumnya yang berlaku sejak 2022.
Lalu menilai penggunaan istilah Rekayasa lebih relevan dengan terminologi internasional engineering yang digunakan dalam dunia akademik global.
“Perubahan nomenklatur dari Teknik menjadi Rekayasa merupakan langkah yang baik untuk menyepadankan istilah yang kita gunakan dengan terminologi internasional, yaitu engineering. Ini penting agar lulusan Indonesia semakin mudah beradaptasi dan memiliki daya saing di tingkat global,” katanya.
Meski mendukung kebijakan tersebut, politisi PKB itu mengingatkan agar implementasinya tidak dilakukan secara kaku dan memaksa.
Menurutnya, perguruan tinggi harus tetap diberikan ruang kebebasan akademik untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi dan karakteristik masing-masing institusi.
“Yang terpenting bukan semata perubahan nama, tetapi bagaimana perguruan tinggi terus meningkatkan kualitas pendidikan Teknik atau Rekayasa agar mampu melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” tegasnya (red)

Berita terkait