JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Syafiuddin Asmoro menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja (Raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR RI yang membahas kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026), turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum, Polri, PT KAI, Basarnas, dan sejumlah pejabat terkait. Namun, Menteri Perhubungan tidak hadir dan hanya diwakili Wakil Menteri Perhubungan.
“Saya sangat menyesalkan atas ketidakhadiran Pak Menteri Perhubungan dalam forum yang menurut saya sangat penting ini,” ujar Syafiuddin.
Menurut legislator asal Jawa Timur XI itu, sesuai tata tertib DPR, rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi V seharusnya dihadiri langsung oleh menteri terkait, terlebih pembahasan menyangkut kecelakaan transportasi yang menelan korban jiwa.
“Ini masalah serius, ini menyangkut nyawa. Ini menyangkut kewajiban negara terhadap keselamatan transportasi yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Syafiuddin mengaku tidak dapat menerima alasan ketidakhadiran Menhub yang disebut karena belum menerima laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta alasan kesehatan.
Ia menilai ketidakhadiran tersebut menunjukkan kurangnya tanggung jawab dalam menyikapi kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada 29 April 2026 lalu.
Menurutnya, penanganan dan penjelasan terkait kecelakaan itu seharusnya disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap sektor transportasi nasional bersama PT KAI.
“Rapat harus di-reschedule lagi. Ini menjadi peringatan dari Komisi V kepada Pak Menteri Perhubungan,” katanya.
Karena Menteri Perhubungan tidak hadir, Syafiuddin meminta pembahasan rapat ditunda dan dijadwalkan ulang hingga Menhub dapat hadir secara langsung di hadapan Komisi V DPR RI (red)

Berita terkait