JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sorotan terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya berkutat pada hasil penilaian, tetapi juga pada sistem dan mekanisme penjurian yang dinilai perlu diperbaiki secara menyeluruh.
Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly atau Amure, menilai peristiwa tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi standar operasional penilaian dalam ajang pendidikan berskala nasional tersebut agar lebih konsisten dan terukur.
Menurutnya, perbedaan penilaian terhadap jawaban yang substansinya sama menunjukkan adanya celah dalam sistem penjurian yang harus segera dibenahi.
“Sikap juri seperti itu tidak mencerminkan kualitas seorang juri sejati. Dalam lomba pendidikan, apalagi yang membawa semangat 4 Pilar MPR, objektivitas dan integritas harus menjadi hal utama,” tegas Amure di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Amure menekankan bahwa evaluasi tidak cukup hanya menyasar individu juri, tetapi juga harus mencakup sistem penilaian secara keseluruhan, termasuk indikator, panduan teknis, serta mekanisme verifikasi jawaban.
Ia menilai, tanpa sistem yang baku dan transparan, potensi perbedaan interpretasi antarjuri akan terus terjadi dan berulang di berbagai daerah.
“Yang perlu diperbaiki bukan hanya orangnya, tetapi sistemnya. Harus ada standar penilaian yang jelas, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti lomba tersebut. Menurutnya, antusiasme pelajar menunjukkan bahwa pendidikan kebangsaan masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan generasi muda.
Amure juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga negara seperti MPR RI.
Ia berharap ke depan pelaksanaan LCC 4 Pilar dapat dilengkapi dengan pedoman teknis yang lebih ketat, pelatihan juri yang seragam, serta sistem dokumentasi penilaian yang lebih transparan.
“Harapannya ke depan tidak ada lagi polemik serupa. LCC 4 Pilar harus menjadi contoh kompetisi yang adil, modern, dan kredibel bagi pelajar di seluruh Indonesia,” pungkasnya (red)

Berita terkait