JAKARTA, BERITA SENAYAN – Tragedi kecelakaan di ruas Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap standar keselamatan infrastruktur jalan tol di Aceh. Peristiwa yang menewaskan Mariam Ulfa, istri Anggota DPRA Tgk Anwar Ramli, di ruas Padang Tiji–Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Senin (11/5/2026) malam, dinilai menjadi indikator adanya persoalan serius dalam manajemen keselamatan jalan.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Irmawan, menekankan bahwa kejadian tersebut harus menjadi dasar evaluasi teknis yang lebih dalam terhadap kualitas layanan dan keselamatan Tol Sibanceh, bukan sekadar respons insidental setelah kecelakaan terjadi.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya istri Tgk Anwar Ramli. Namun peristiwa ini menunjukkan perlunya audit menyeluruh terhadap standar keselamatan Tol Sibanceh, bukan hanya penanganan setelah kejadian,” ujar Irmawan, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, evaluasi harus mencakup seluruh aspek teknis jalan tol, termasuk desain jalan, sistem penerangan, rambu keselamatan, hingga mekanisme mitigasi risiko kecelakaan yang selama ini diterapkan pengelola.

Irmawan menilai, jika standar keselamatan tidak diperiksa secara berkala, maka potensi kecelakaan serupa akan terus berulang, terlebih pada ruas-ruas dengan karakteristik jalan yang minim penerangan dan kondisi permukaan yang tidak stabil.

“Keselamatan jalan tol tidak cukup hanya dibangun secara fisik, tetapi juga harus dipastikan melalui pengawasan dan audit rutin. Ini yang harus diperkuat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan berbasis pencegahan, termasuk identifikasi titik rawan kecelakaan yang harus ditindaklanjuti dengan teknologi peringatan dini maupun perbaikan infrastruktur.

“Setiap ruas jalan tol harus punya data titik rawan. Dari situ dilakukan tindakan pencegahan. Jangan menunggu korban baru bergerak,” tegasnya.

Selain itu, Irmawan meminta agar pengelola jalan tol meningkatkan transparansi hasil inspeksi keselamatan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas layanan infrastruktur yang dibangun dengan dana besar dan untuk kepentingan masyarakat luas.

Ia menegaskan kembali bahwa peningkatan volume kendaraan menjelang periode libur keagamaan harus diantisipasi dengan kesiapan penuh sistem keselamatan jalan.

“Tol harus menjadi jalur paling aman, bukan sebaliknya. Karena itu audit dan pembenahan harus dilakukan segera dan menyeluruh,” pungkas Irmawan (red)