Berita Senayan
Network

Nasim Khan Sebut Pelabuhan Panarukan Terbengkalai, Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 02 April 2026, 15:21:03 WIB
Nasim Khan Sebut Pelabuhan Panarukan Terbengkalai, Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Nasim Khan (Pojok Kanan)



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, menyoroti kondisi Pelabuhan Panarukan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang dinilai terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan fungsi strategis pelabuhan tersebut.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan revitalisasi dalam pengelolaan Pelabuhan Panarukan di Kabupaten Situbondo. Kami menilai ada potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut,” ujar Nasim Khan dalam Rapat Kerja Komisi VI bersama Pelindo di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurut Nasim, salah satu penyebab utama menurunnya aktivitas pelabuhan adalah pendangkalan yang tidak ditangani secara serius. Kondisi tersebut berdampak langsung pada terhentinya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di kawasan tersebut.

“Pendangkalan menjadi salah satu penyebab utama menurunnya fungsi pelabuhan. Akibatnya, aktivitas perdagangan berkurang drastis dan kini pelabuhan tersebut tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Ia menilai, pembiaran terhadap infrastruktur strategis seperti pelabuhan hanya akan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor maritim.

Nasim juga mengingatkan bahwa Situbondo memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, termasuk konektivitas jalan tol, kawasan ini seharusnya mampu berkembang lebih cepat.

“Kalau Pelabuhan Panarukan direvitalisasi, ini bisa menjadi pusat distribusi logistik yang strategis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Situbondo dan sekitarnya,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya percepatan koordinasi antara pemerintah pusat, Pelindo, dan pemerintah daerah agar revitalisasi tidak hanya menjadi wacana.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal pemerataan ekonomi. Kita ingin kawasan timur Jawa tumbuh lebih kuat dan berdaya saing,” pungkasnya (red)