Berita Senayan
Network

Sukamta Desak PBB Investigasi Serangan Tewaskan Prajurit TNI Lebanon

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026, 16:35:51 WIB
Sukamta Desak PBB Investigasi Serangan Tewaskan Prajurit TNI Lebanon
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendukung langkah pemerintah Indonesia yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang menewaskan prajurit TNI.

Insiden tersebut terjadi di markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang dilaporkan menjadi sasaran serangan, mengakibatkan satu personel TNI gugur dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Sukamta menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut, seraya menegaskan bahwa prajurit TNI yang gugur tengah menjalankan tugas mulia dalam misi perdamaian dunia.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari misi perdamaian dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Sukamta dalam keterangan tertulis yang diterima Berita Senayan, Selasa (31/3/2026).

Menurut Sukamta, keterlibatan TNI dalam misi perdamaian PBB merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Namun, ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional,” katanya.

Politisi Fraksi PKS itu mendorong agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami percaya negara akan mengambil langkah yang tepat dan terukur, mendorong proses investigasi yang transparan, serta memastikan bahwa kejadian ini ditindaklanjuti melalui mekanisme internasional yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sukamta menekankan bahwa Indonesia harus tetap mengedepankan diplomasi dalam merespons situasi tersebut, namun tetap bersikap tegas dalam menjaga kehormatan bangsa.

“Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, sekaligus menjaga kehormatan dan martabatnya. Dalam situasi seperti ini, ketegasan harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Komisi I DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan luar negeri pemerintah, termasuk memastikan perlindungan bagi prajurit TNI yang bertugas dalam misi internasional.

DPR RI berharap insiden ini segera ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum internasional guna memberikan keadilan bagi korban serta menjaga kredibilitas misi perdamaian dunia (red)