Berita Senayan
Network

Ronny Talapessy: Serangan pada Andrie Yunus Ancaman Serius Bagi Demokrasi

Redaksi
Laporan Redaksi
Sabtu, 14 Maret 2026, 21:01:53 WIB
Ronny Talapessy: Serangan pada Andrie Yunus Ancaman Serius Bagi Demokrasi
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ronny Talapessy



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ronny Talapessy menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus sebagai ancaman serius terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia.

Menurut Ronny, tindakan kekerasan terhadap warga negara yang menyampaikan kritik merupakan bentuk pengingkaran terhadap nilai demokrasi serta konstitusi yang menjamin kebebasan berpendapat.

“Peristiwa ini menambah daftar panjang serangan dan teror terhadap pihak-pihak yang bersuara kritis,” kata Ronny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Republik Indonesia sejak awal berdiri dibangun di atas tradisi kebebasan berpikir dan menyampaikan gagasan secara terbuka.

“Republik Indonesia lahir dari tradisi berpikir kritis, kebebasan mengutarakan gagasan dan menyatakan pendapat. Tradisi itu memperkaya gagasan kebangsaan kita serta memberikan sumbangan besar terhadap cara kita membangun negeri ini sesuai cita-cita kemerdekaan,” ujarnya.

Karena itu, Ronny meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas dengan mengusut tuntas pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus.

Ia menegaskan segala bentuk kekerasan terhadap suara kritis warga negara tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merusak kualitas demokrasi.

Ronny juga menilai peristiwa tersebut bertentangan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan demokrasi, ideologi Pancasila, serta hak asasi manusia sebagai prioritas dalam program pembangunan nasional.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya menyebut penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai tanda bahaya bagi situasi demokrasi di Indonesia.

“Ini bukan lagi alarm. Ini marabahaya,” kata Dimas kepada wartawan.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap para pembela hak asasi manusia di Tanah Air (red)


Berita terkait

Beri Tali Asih ke Lansia dan Dhuafa’, Rustini Muhaimin : Perempuan Indonesia Harus Perkuat Empati Sosial
Beri Tali Asih ke Lansia dan...
14 Maret 2026, 19:30:14
Usai Penyerahan SK 27 DPD, PAN Jatim Segera Konsolidasi Jelang Pemilu 2029
Usai Penyerahan SK 27 DPD, PAN...
14 Maret 2026, 16:32:29
AMPG DKI dan BAPERA Jakpus Bagikan Bensin Gratis dan Takjil Untuk Ojol
AMPG DKI dan BAPERA Jakpus Bagikan...
13 Maret 2026, 12:01:10