Berita Senayan
Network

Muhaimin Iskandar: Kajian Kitab Mbah Hasyim Perkuat Tradisi Keilmuan

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 13 Maret 2026, 13:37:29 WIB
Muhaimin Iskandar: Kajian Kitab Mbah Hasyim Perkuat Tradisi Keilmuan
Pengajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hasyim Asy'ari yang digelar selama bulan Ramadan oleh PKB.



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menutup rangkaian kajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hasyim Asy’ari yang digelar selama bulan Ramadan. Kajian tersebut menjadi bagian dari tradisi keilmuan yang terus dijaga kalangan Nahdliyin.

Kegiatan yang telah memasuki Season 4 ini berlangsung dalam 14 kali pertemuan sepanjang Ramadan dan menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus intelektual bagi para peserta.

“Alhamdulillah kajian Mbah Hasyim yang kita laksanakan selama Ramadan hari ini memasuki penutupan setelah 14 kali kita kaji. Semoga keberkahan menyertai kita semua dan kita semua menjadi santri Mbah Hasyim,” ujar Muhaimin.

Menurutnya, ajaran dan karya-karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Muhaimin menjelaskan bahwa menjadi santri Mbah Hasyim tidak hanya berarti belajar secara langsung, tetapi juga mencakup upaya menjaga tradisi NU serta membaca dan membela kitab-kitab karya beliau.

“Mudah-mudahan kajian ini membawa manfaat dan barokah sebagai bekal hidup dunia dan akhirat,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan nyai yang telah berkontribusi dalam membaca serta mengkaji kitab tersebut selama Ramadan. Menurutnya, tradisi keilmuan seperti ini penting untuk terus dijaga sebagai bagian dari warisan ulama pendiri NU.

“Tradisi ramadanan ini adalah momentum tiap tahun sekaligus sarana mengejar dan menyambung sanad tali spiritual kita kepada ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin turut mengingatkan kader PKB untuk tetap menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

“Tidak ada jalan lain selain terus menjaga gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kader PKB yang selama Ramadan aktif menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saya bersyukur PKB hadir dengan saling membagi sembako kepada yang membutuhkan. Saya minta kegiatan itu terus dilakukan, apalagi memasuki akhir Ramadan yang pahalanya insyaallah jauh lebih besar,” ujarnya.

Acara penutupan kajian tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan ulama, di antaranya Said Aqil Siradj, Variz Muhammad Mirza, Anta Maulana, Saifullah Maksum, serta Muhammad Nur Hayid (red)