Berita Senayan
Network

Nihayatul Wafiroh: Porter Tanah Abang Tak Boleh Terabaikan Negara

Redaksi
Laporan Redaksi
Rabu, 11 Maret 2026, 22:49:26 WIB
Nihayatul Wafiroh: Porter Tanah Abang Tak Boleh Terabaikan Negara
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh.



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa para porter di Pasar Tanah Abang tidak boleh terabaikan dalam perhatian sosial dan kebijakan publik.

Hal tersebut disampaikan saat Perempuan Bangsa menyalurkan bantuan paket sembako kepada puluhan porter yang bekerja di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Menurut Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh, porter merupakan bagian penting dalam rantai aktivitas ekonomi di Pasar Tanah Abang, namun keberadaan mereka sering kali luput dari perhatian banyak pihak.

“Porter adalah elemen penting dalam ekosistem ekonomi kita, namun seringkali keberadaan mereka luput dari perhatian. Perempuan Bangsa ingin memastikan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujarnya saat kegiatan pembagian bantuan, Rabu (11/3/2026).

Ninik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menilai pekerja sektor informal, seperti porter, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap tekanan ekonomi.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya gerakan sosial yang konsisten untuk membantu masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Sebelumnya, organisasi sayap perempuan tersebut juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada porter di Stasiun Gambir. Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari program berkelanjutan yang menyasar pekerja harian di berbagai titik di Jakarta.

“Melihat senyum para porter hari ini memberikan energi bagi kami untuk terus bergerak. Ini bukan sekadar tentang paket sembako, tetapi tentang pengakuan bahwa dedikasi mereka dalam mencari nafkah halal sangatlah mulia,” tegasnya.

Kegiatan sosial ini berlangsung tertib dan mendapat sambutan hangat dari para porter yang menerima bantuan. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi pekerja harian.

Melalui kegiatan ini, Perempuan Bangsa berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli terhadap nasib para pekerja informal di ibu kota, sekaligus mendorong kolaborasi sosial yang lebih luas di masyarakat (red)