Chusnunia: Defisit Susu Nasional Peluang Besar Bagi Peternak Lokal
Jumat, 06 Februari 2026, 18:56:58 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan dan produksi susu nasional sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan peternak lokal sekaligus memperkuat industri susu dalam negeri.
Menurutnya, kebutuhan susu nasional saat ini mencapai sekitar 66 juta liter, sementara kemampuan produksi domestik baru berada di kisaran 20 juta liter. Kondisi tersebut menunjukkan adanya defisit signifikan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas peternak sapi perah rakyat.
“Kalau kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, berarti ada sekitar 40 juta kekurangan yang harus dipenuhi,” ujar Chusnunia, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku susu tidak dapat terus dibiarkan. Pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, perlu mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem industri susu yang terintegrasi dengan peternak lokal.
Chusnunia menilai rendahnya produktivitas peternak sapi perah rakyat masih menjadi tantangan utama. Karena itu, pemberdayaan peternak lokal melalui peningkatan kapasitas produksi, kualitas susu, dan standar industri harus menjadi prioritas kebijakan.
Kondisi ini semakin penting seiring dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar, berkualitas, dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan industri pengolahan susu nasional yang didukung pasokan bahan baku dalam negeri.
Selain persoalan produksi, Chusnunia juga menyoroti rendahnya tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang baru mencapai sekitar 16,6 liter per kapita per tahun, jauh di bawah standar FAO sebesar 30 liter per kapita per tahun.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri pengolahan, dan peternak lokal menjadi kunci untuk menutup defisit pasokan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dalam negeri.
“Defisit susu nasional ini seharusnya menjadi peluang ekonomi, bukan sekadar masalah. Dengan kebijakan yang tepat, lapangan kerja bagi peternak lokal bisa diperluas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, untuk melihat langsung kesiapan industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik (red)
Berita terkait
Marwan Jafar: Gejolak IHSG Alarm Serius...
Irmawan Soroti Lemahnya Keselamatan Pelayaran Usai...
Abdullah Sebut Pajak Lahan Basah, KPK...
Karmila Sari Desak Investigasi Menyeluruh Ambruknya...
Siswa Gantung Diri di NTT, Atalia...
Tragedi Siswa SD di NTT, Karmila...
Berita Terbaru
Rafael Kardinal Tegaskan Komitmen Datangkan Investor...
Membaca Sulawesi Tenggara Lewat Data: Perbandingan...
