Syamsu Rizal Desak Indonesia Tolak Board of Peace Pro Israel
Minggu, 01 Februari 2026, 14:06:16 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal, mendesak Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dan kritis terhadap keberadaan Board of Peace (BoP) menyusul serangan mematikan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, Sabtu (31/1/2026). Serangan tersebut menewaskan puluhan warga Palestina dan memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Politikus yang akrab disapa Deng Ical itu menilai forum Board of Peace berpotensi kehilangan legitimasi moral apabila tetap melibatkan Israel sebagai anggota, sementara agresi militer terhadap warga sipil Palestina terus berlangsung.
“Israel tidak pantas berada dalam Dewan Perdamaian selama masih melakukan pembantaian terhadap rakyat Gaza,” tegas Deng Ical.
Ia menilai serangan tersebut tidak hanya melanggar nilai kemanusiaan, tetapi juga mencederai semangat perdamaian global yang seharusnya dijunjung tinggi oleh BoP. Menurutnya, kehadiran Israel dalam forum tersebut justru berisiko menjadikan lembaga internasional itu sebagai tameng politik atas kejahatan kemanusiaan.
Deng Ical juga mengkritisi rencana pembayaran iuran keanggotaan BoP sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp16,7 triliun oleh Indonesia. Ia mengingatkan agar pemerintah memastikan dana tersebut tidak digunakan untuk mendukung agresi militer Israel dengan dalih penegakan perdamaian.
“Kita tidak boleh membiayai forum yang justru berpotensi melegitimasi penjajahan dan pembunuhan warga sipil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalih penyerangan terhadap Hamas kerap dijadikan pembenaran untuk menggempur Gaza secara membabi buta. Padahal, korban utama dari serangan tersebut adalah anak-anak, perempuan, dan pengungsi yang tidak bersalah.
Untuk itu, Deng Ical meminta Indonesia mengambil posisi tegas dan konsisten dengan amanat konstitusi dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ia menekankan bahwa peran Indonesia di forum internasional harus mencerminkan keberpihakan pada keadilan dan kemanusiaan.
“Indonesia harus lantang mengutuk agresi Israel dan tidak terjebak dalam forum perdamaian yang justru mengaburkan kejahatan kemanusiaan,” pungkasnya (red).
Berita terkait
Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji...
Mafirion: Negara Wajib Hadir Lindungi Korban...
Gus Hilman: PTS Tertekan, Kebijakan Kampus...
Gus Abduh: Tokoh Agama Tak Boleh...
Asep Romy Romaya Desak Larangan Whip...
Kebocoran Gas di Cilegon, Ratna Juwita...
Berita Terbaru
Penerimaan Road Map: Kekalahan atau Kenegarawanan?...
Hasto Kristiyanto: Program Makan Gratis Harus...
