Berita Senayan
Network

Chusnunia Chalim: Industri Pakan Kunci Ketahanan Pangan Nasional RI

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 30 Januari 2026, 21:46:01 WIB
Chusnunia Chalim: Industri Pakan Kunci Ketahanan Pangan Nasional RI
Kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Lampung, di Lampung Selatan, Jumat (30/1/2026)



LAMPUNG, BERITA SENAYAN – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Lampung, di Lampung Selatan, Jumat (30/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menggali tantangan serta peluang industri pakan ternak dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ketua Rombongan Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mengatakan industri pakan ternak memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan rantai pangan nasional. Menurutnya, Lampung sebagai salah satu sentra pertanian dan peternakan harus mampu mencukupi kebutuhan lokal, memiliki daya saing, hingga mendorong peningkatan ekspor.

“Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan industri pangan di Lampung mampu memenuhi kebutuhan internal, berdaya saing, dan ke depan bisa meningkatkan ekspor,” ujar Chusnunia.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Komisi VII DPR RI dalam melakukan belanja masalah, mengingat industri pakan ternak memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, baik dari sisi bahan baku, teknologi, hingga kebijakan.

“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari belanja masalah kami karena industri pakan ternak memiliki kompleksitas yang cukup tinggi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisi VII DPR RI turut menyoroti dukungan pemerintah terhadap industri pakan ternak, khususnya melalui kebijakan penguatan usaha kecil dan menengah (UKM) serta transformasi menuju industri hijau.

Komisi VII DPR RI menegaskan komitmennya untuk mendorong seluruh industri di Indonesia, termasuk industri pakan ternak, agar beralih ke konsep industri hijau yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Transformasi ini dinilai penting untuk menciptakan produk berkelanjutan, meningkatkan daya saing global, serta tetap selaras dengan kelestarian alam.

“Terkait industri hijau, Komisi VII DPR mendorong agar insentif tidak hanya berhenti pada aspek sertifikasi, tetapi diarahkan pada efisiensi biaya dan peningkatan daya saing. Misalnya melalui dukungan retrofit mesin hemat energi dan teknologi efisien lainnya,” pungkas Chusnunia (red)


Berita terkait

Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji Demi Jamaah
Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji...
2 Februari 2026, 18:35:21