Berita Senayan
Network

Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi Pangan Awal Tahun

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 15 Januari 2026, 10:09:54 WIB
Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi Pangan Awal Tahun
Anggota DPR RI Komisi IV, Eko Wahyudi



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota DPR RI Komisi IV, Eko Wahyudi, menilai perpanjangan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 31 Januari 2026 menjadi langkah krusial untuk menekan potensi inflasi pangan pada awal tahun. Menurutnya, kebijakan ini berperan penting menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama di tengah dinamika harga dan distribusi pangan.

Eko menyebut beras sebagai komoditas strategis yang sangat menentukan laju inflasi nasional. Setiap kenaikan harga beras, kata dia, akan langsung berdampak pada biaya hidup masyarakat. Karena itu, intervensi pemerintah melalui SPHP masih relevan dan dibutuhkan.

“SPHP ini bukan sekadar soal ketersediaan beras, tetapi instrumen penting untuk mengendalikan inflasi pangan, khususnya di awal tahun ketika harga cenderung bergejolak,” ujar Eko Wahyudi di Jakarta.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, periode pergantian tahun sering diwarnai peningkatan permintaan dan kendala distribusi. Tanpa intervensi yang memadai, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen. Oleh sebab itu, Eko mendorong agar penyaluran SPHP selama masa perpanjangan dilakukan secara konsisten dan merata.

Dari sisi pengawasan, Eko menegaskan Komisi IV DPR RI akan memastikan Bulog dan instansi terkait menjalankan distribusi SPHP secara efektif. Ia menilai keberhasilan program ini sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan penyaluran ke pasar-pasar yang membutuhkan. “Programnya sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Meski mendukung perpanjangan SPHP, Eko juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan petani. Ia menegaskan stabilisasi harga di pasar tidak boleh berdampak negatif pada harga gabah petani, karena hal itu justru dapat melemahkan produksi pangan nasional dalam jangka panjang.

Menutup pernyataannya, Eko Wahyudi menekankan bahwa pengendalian inflasi pangan harus dibarengi dengan penguatan produksi dalam negeri dan perbaikan sistem distribusi. “SPHP efektif untuk meredam gejolak jangka pendek, tetapi ketahanan pangan hanya akan kuat jika petani terlindungi dan produksi terus meningkat,” pungkasnya (red)