Berita Senayan
Network

DPR Desak Penanganan Darurat Cegah Stunting Anak Pengungsi

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 23 Desember 2025, 20:15:49 WIB
DPR Desak Penanganan Darurat Cegah Stunting Anak Pengungsi
Neng Eem Marhamah Zulfa



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kasus stunting yang ditemukan pada anak-anak di pengungsian korban banjir dan longsor di Sumatera menuai perhatian serius DPR RI. Pemerintah diminta segera melakukan penanganan darurat agar jumlah anak yang mengalami gangguan gizi tidak terus bertambah di wilayah terdampak bencana.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat sedikitnya 13 anak mengalami stunting pascabencana. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pemenuhan kebutuhan gizi anak di lokasi pengungsian, khususnya bagi bayi dan balita yang membutuhkan asupan nutrisi khusus.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah Zulfa, menilai temuan tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kebijakan agar tidak memandang persoalan stunting di pengungsian sebagai masalah sepele.

“Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan gizi anak di situasi bencana belum optimal. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan sangat panjang dan merugikan masa depan anak-anak kita,” kata Neng Eem di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Ia menekankan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan saat bencana terjadi. Karena itu, negara wajib memastikan hak anak atas kesehatan dan gizi tetap terpenuhi meski berada dalam kondisi darurat.

Menurut Neng Eem, bantuan pangan di pengungsian tidak boleh disamaratakan. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan makanan khusus bayi dan balita, termasuk susu, makanan pendamping ASI, serta vitamin dan suplemen yang dibutuhkan.

Selain pemenuhan gizi, ia juga mendorong peningkatan layanan kesehatan di pengungsian, seperti pemeriksaan rutin tumbuh kembang anak, pendampingan ibu dan balita, serta kehadiran tenaga kesehatan dan ahli gizi.

“Penanganan stunting di pengungsian harus menjadi prioritas nasional. Negara harus hadir secara nyata untuk melindungi dan menjamin masa depan anak-anak korban bencana,” tutupnya (red)