KPPG Dorong Pembentukan KPPG Center Jawab Tantangan Isu Perempuan Nasional
Jumat, 19 Desember 2025, 17:18:10 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) mendorong percepatan pembentukan KPPG Center sebagai pusat advokasi dan koordinasi isu perempuan, menyusul pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Perempuan Partai Golkar di Puncak, Bogor, pada 15–17 Desember 2025.
Gagasan KPPG Center mengemuka sebagai salah satu rekomendasi utama dari pelatihan yang diikuti kader perempuan Golkar dari berbagai daerah. Forum pelatihan tersebut menilai bahwa persoalan perempuan, seperti diskriminasi politik, kekerasan terhadap perempuan, serta kerentanan pekerja migran, memerlukan penanganan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Ketua Umum PP KPPG, Hetifah Sjaifudian, menyatakan bahwa tantangan perempuan saat ini bersifat struktural dan saling berkaitan, sehingga membutuhkan satu simpul kelembagaan yang mampu mengonsolidasikan advokasi, penguatan kapasitas, dan akses kebijakan.
“KPPG Center diproyeksikan menjadi jalur institusional yang menjembatani suara perempuan dengan proses politik dan kebijakan publik, sekaligus memastikan tindak lanjut yang nyata atas berbagai persoalan di lapangan,” ujar Hetifah.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PP KPPG Tati Novianty menegaskan bahwa KPPG Center akan berfungsi sebagai pusat rujukan dan koordinasi bagi pengurus serta kader KPPG di seluruh Indonesia. Melalui KPPG Center, KPPG diharapkan memiliki akses yang lebih kuat terhadap pemerintah, pemangku kepentingan, serta jejaring pakar dan praktisi.
“Kader menilai bahwa solusi bagi persoalan perempuan tidak cukup berhenti pada sosialisasi atau bantuan jangka pendek. Diperlukan pendekatan komprehensif, mulai dari advokasi kebijakan hingga pendampingan kasus,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP KPPG Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik, Karmila Sari, menyatakan perlunya KPPG Center guna menindaklanjuti permasalahan yang berkaitan dengan perempuan. Seperti diskriminasi politik, tindakan kekerasan pada pekerja migran perempuan, dan budaya patriarki yang membuat perempuan menghadapi glass block dalam berurusan.
“Adanya akses dari pemerintahan dan stakeholder terkait memudahkan para pengurus dan kader KPPG dalam mencari solusi permasalahan perempuan di berbagai bidang. Solusi tidak hanya dalam bentuk program-program sosialisasi kementerian dan bantuan. Namun juga dalam bentuk pemberian akses ke expertise atau pakar,”ujarnya.
Pelatihan yang digelar selama tiga hari tersebut juga menghadirkan narasumber dari unsur pimpinan DPP Partai Golkar, DPR RI, akademisi, serta kementerian terkait seperti Komdigi, KP2MI, dan BKKBN, yang memperkuat perspektif lintas sektor dalam perumusan solusi.
Dengan dorongan pembentukan KPPG Center ini, KPPG menegaskan arah barunya sebagai kekuatan politik perempuan yang tidak hanya responsif terhadap isu, tetapi juga solutif dan berorientasi pada dampak kebijakan. Pelatihan ini pun menjadi titik awal konsolidasi kerja KPPG yang lebih terstruktur di tingkat nasional maupun daerah (red)
Berita terkait
AMPG DKI Umumkan 301 Pengurus Baru,...
Anas Urbaningrum: Kompetisi Politik Harus Ksatria...
Dukung Pemutusan Akses Grok, Ketua KPPG...
Prasetyo Hadi: Sikap Demokrat Soal Pilkada...
Hadapi Pemilu 2029, Kaesang Pangarep: PSI...
Sarmuji: Komunikasi Informal Antarpartai Bahas Koalisi...
Berita Terbaru
Sari Yuliati: RUU Perampasan Aset Bisa...
17.000 Rupiah per USD: Mengguncang Daya...
