Ketua APSIPOL Ajak Jawab Tantangan Masa Depan Politik
Jumat, 21 November 2025, 15:45:59 WIB
DEPOK, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) periode 2025–2028, Dr. Asep A. Sahid Gatara, M.Si, menegaskan bahwa dunia politik menghadapi tantangan besar yang membutuhkan kontribusi nyata ilmu politik. Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya pada kegiatan pelantikan Pengurus APSIPOL di FISIP Universitas Indonesia, Kamis (20/11/2025).
Asep menyatakan bahwa keberadaan ilmu politik masih sering dipertanyakan di tengah meningkatnya persoalan politik global, terutama terkait tren kemunduran demokrasi di berbagai negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara dan Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai rujukan demokrasi dunia.
“Hingga saat ini, ilmu politik masih dipertanyakan kontribusinya karena demokrasi di banyak negara justru mengalami kemunduran,” tegasnya.
Menurut Asep, ukuran kemunduran demokrasi terlihat dari melemahnya integritas pemilu yang jujur dan adil, rendahnya kesetaraan partisipasi politik, serta menyusutnya kebebasan sipil dalam berekspresi dan berkeyakinan. Selain itu, ia juga menyoroti masalah serius berupa mandeknya kompetensi mayoritas politisi, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan politik.
“Politik membutuhkan peningkatan kapasitas yang sistematis melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi oleh lembaga yang terakreditasi,” ujarnya.
Pertanyaan Kunci: Quo Vadis Ilmu Politik?
Dalam kesempatan tersebut, Asep mengangkat pertanyaan fundamental: ke mana arah masa depan ilmu politik? atau quo vadis ilmu politik?
“Pertanyaan itu bukan hanya retoris, tetapi refleksi kritis tentang apakah ilmu politik telah sungguh-sungguh hadir dan berperan dalam dinamika kehidupan publik,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa ilmu politik telah dikembangkan oleh banyak pihak seperti ilmuwan politik, perguruan tinggi, dan asosiasi profesi. Namun kontribusinya harus semakin nyata dan berdampak, bukan hanya berada dalam ruang akademik yang tertutup.
Asep memperkenalkan bingkai nilai perjuangan asosiasi bernama “APSIPOL Getol”, akronim dari nilai equity, equality, trust, openness, dan love.
“Getol adalah semangat perjuangan, pengingat, dan pengikat antaranggota, sekaligus jembatan bagi APSIPOL agar dekat dengan masyarakat dan pengguna ilmu politik,” jelasnya.
Ia berharap APSIPOL mampu mempertahankan marwah keilmuan politik sekaligus memastikan manfaat nyata bagi kemajuan bangsa.
“Ilmu politik harus berdampak bagi negara dan dunia yang lebih baik, serta membangun kecintaan dan kedamaian dalam kehidupan publik,” tutup Asep (red).
Berita terkait
Milenials Freedom Deklarasikan Dukungan ke Abah...
Demokrasi di Ambang Retak: Ketika PBNU...
Biaya Gerai Koperasi Merah Putih Dinilai...
Badko HMI Jawa Timur Audiensi Dengan...
DR. Dhifla Nilai KUHAP Baru Perkuat...
Kohati Ushuluddin Gelar Bedah PDK I...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
