JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan seluruh anggota DPR RI agar memanfaatkan masa reses untuk turun langsung ke masyarakat dan menyerap aspirasi rakyat. Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk mendengar persoalan warga sekaligus menjelaskan kerja konstitusional yang telah dilakukan parlemen.
Pesan tersebut disampaikan Dasco saat membacakan pidato penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 dalam Rapat Paripurna ke-10 DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dasco menekankan, komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat diperlukan agar berbagai kebutuhan serta persoalan di daerah dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas DPR. Aspirasi yang dihimpun selama reses diharapkan menjadi masukan untuk memperkuat kerja legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Selain menyerap aspirasi masyarakat, kita juga menjelaskan tugas-tugas konstitusional yang telah dilaksanakan DPR RI serta mempersatukan rakyat dalam semangat gotong royong untuk membangun kemajuan Indonesia,” kata Dasco.
Dasco Ingatkan Reses Bukan Sekadar Agenda Rutin Anggota DPR
Masa reses memberikan kesempatan kepada anggota DPR untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Dalam momentum tersebut, anggota Dewan dapat mendengarkan keluhan warga, mencatat kebutuhan daerah, serta mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Pesan Dasco menempatkan penyerapan aspirasi sebagai bagian penting dari tanggung jawab anggota DPR kepada masyarakat yang diwakilinya. Reses juga menjadi ruang bagi wakil rakyat untuk menyampaikan informasi mengenai kerja parlemen, termasuk proses pembentukan undang-undang, pembahasan anggaran negara, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Dengan komunikasi dua arah, aspirasi masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai catatan selama kunjungan, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan di parlemen.
Dasco juga mengajak anggota DPR menjaga semangat gotong royong dalam membangun kemajuan Indonesia. Menurutnya, hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas-tugas Dewan tetap berkaitan dengan kebutuhan publik.
Aspirasi Warga Diharapkan Jadi Masukan untuk Kerja DPR Berikutnya
Penutupan masa persidangan menjadi penanda dimulainya masa reses bagi anggota DPR sesuai agenda yang telah ditetapkan. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan persidangan, anggota Dewan memiliki kesempatan untuk kembali ke daerah pemilihan dan menjalankan fungsi representasi secara langsung.
Aspirasi yang dihimpun dalam masa reses dapat menjadi masukan bagi DPR dalam menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat pada masa persidangan berikutnya. Hal ini mencakup isu kesejahteraan sosial, pelayanan publik, pembangunan daerah, pendidikan, infrastruktur, hingga persoalan ekonomi yang dirasakan warga.
Dalam pidato penutupan tersebut, Dasco turut memaparkan pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR sepanjang masa persidangan. Namun, ia mengingatkan bahwa kerja parlemen juga perlu disertai upaya mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.
Karena itu, masa reses diharapkan menjadi kesempatan bagi setiap anggota DPR untuk memperkuat hubungan dengan konstituen, memahami persoalan di lapangan, dan membawa aspirasi rakyat ke dalam proses pengambilan kebijakan.
Melalui kegiatan reses, anggota Dewan diharapkan dapat menjalankan fungsi perwakilan secara lebih responsif sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif (red)

Berita terkait