JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iman Sukri, mendesak Mabes TNI Angkatan Darat (TNI AD) melakukan investigasi menyeluruh atas jatuhnya helikopter Mi-17 milik Pusat Penerbangan TNI AD (Penerbad) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Ia meminta penyebab kecelakaan diungkap secara transparan sekaligus memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan militer dievaluasi.

Iman juga meminta operasi pencarian dan evakuasi korban dimaksimalkan dengan mengerahkan seluruh sarana pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk teknologi navigasi yang diperlukan.

“Kami turut berduka cita atas gugurnya dua prajurit Penerbad. Kami berharap seluruh unsur terkait mengerahkan kemampuan maksimal untuk menemukan satu prajurit yang masih hilang, serta melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar Iman Sukri di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Helikopter Mi-17V5 tersebut mengalami kecelakaan pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Saat itu, helikopter tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam peristiwa tersebut, delapan personel berada di dalam helikopter. Pada perkembangan awal, dua prajurit dinyatakan gugur, lima berhasil diselamatkan, sementara satu personel masih dalam pencarian.

Iman Sukri Minta Penyebab Kecelakaan Mi-17 Diungkap Transparan

Iman meminta investigasi teknis mencakup berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan. Pemeriksaan, menurutnya, perlu menyasar aspek kelaikan armada, riwayat pemeliharaan mesin, kondisi cuaca saat penerbangan, hingga prosedur operasional dalam misi pemadaman karhutla.

Ia menilai pengungkapan penyebab kecelakaan secara profesional dan transparan penting untuk mencegah insiden serupa terulang. Hasil investigasi juga harus menjadi dasar pembenahan standar keselamatan dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

“Investigasi ini penting agar kita mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan helikopter jatuh, apakah persoalan teknis, cuaca, atau operasional. Semua harus diperiksa secara profesional dan transparan agar risikonya dapat diminimalkan ke depan,” tegas Iman.

Selain meminta investigasi, Iman menyampaikan penghormatan kepada para prajurit yang menjalankan misi kemanusiaan dalam penanganan karhutla. Menurutnya, pengabdian personel TNI di daerah rawan bencana harus diimbangi dengan jaminan keselamatan, perlindungan, serta dukungan logistik dan peralatan yang memadai.

“Misi kemanusiaan prajurit TNI menunjukkan komitmen besar dalam membantu masyarakat menghadapi bencana. Pengabdian tersebut harus diiringi jaminan keselamatan dan perlindungan maksimal bagi setiap prajurit,” ucapnya.

Komisi I DPR Kawal Investigasi dan Pemenuhan Hak Keluarga Korban

Iman juga meminta Kementerian Pertahanan dan TNI memberikan penanganan medis terbaik bagi lima prajurit yang selamat. Ia menekankan pentingnya pemenuhan hak santunan bagi keluarga prajurit yang gugur, termasuk dukungan psikologis dan ekonomi bagi keluarga yang terdampak.

“Negara harus hadir memberikan pendampingan dan perhatian penuh kepada keluarga korban yang gugur maupun yang terluka. Hak-hak kesejahteraan para pejuang kemanusiaan ini wajib dipenuhi secara utuh,” tutur politikus PKB tersebut.

Iman memastikan Komisi I DPR RI akan mengawal proses investigasi hingga tuntas. Pengawasan tersebut diharapkan dapat memastikan penyebab kecelakaan terungkap dan evaluasi keselamatan penerbangan militer dilakukan secara menyeluruh.

Perkembangan terbaru, pada Jumat (6/11/2026), tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi Serda Heri yang sebelumnya masih dinyatakan hilang. Dengan demikian, jumlah prajurit yang gugur dalam kecelakaan tersebut menjadi tiga orang, sementara lima personel lainnya selamat.

Pada Sabtu (7/11/2026), TNI Angkatan Laut juga menemukan Flight Data Recorder (FDR) atau kotak hitam helikopter Mi-17V5 tersebut. Perangkat itu selanjutnya diserahkan kepada tim investigasi Penerbad untuk membantu mengungkap kondisi penerbangan sebelum kecelakaan. Hingga perkembangan tersebut, TNI AD menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden.

“Kami di Komisi I DPR akan mengawal investigasi ini sampai tuntas demi memastikan keselamatan prajurit dalam setiap operasi negara terjamin. Penghormatan tertinggi kami berikan atas pengorbanan para prajurit,” pungkas Iman Sukri (red)