JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama tim Kabinet Bayangan yang mengungkap tingginya tingkat stres masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dalam survei tersebut, sebanyak 75 persen responden dari kelompok masyarakat umum mengaku stres menghadapi kebijakan pemerintah, sementara 67 persen lainnya menyatakan stres terhadap perilaku Presiden Prabowo Subianto.

Gibran menegaskan bahwa hasil survei, kritik, dan kajian dari masyarakat maupun lembaga independen merupakan bagian penting dari demokrasi. Menurutnya, berbagai masukan tersebut harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan oleh masyarakat dan lembaga independen,” kata Gibran melalui keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).

Putra sulung mantan Presiden Joko Widodo itu menilai kritik terhadap pemerintah tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan. Sebaliknya, kritik perlu menjadi dorongan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Gibran Respons Temuan Survei CELIOS soal Stres Masyarakat

Gibran menegaskan, pemerintah perlu merespons hasil survei secara terbuka dan menjadikannya masukan untuk melakukan pembenahan. Ia mengatakan, kritik yang ditujukan kepada pemerintah, termasuk kepada dirinya sebagai wakil presiden, harus dijawab melalui peningkatan kinerja yang nyata.

“Kritik yang disampaikan kepada pemerintah, termasuk kepada saya, harus dijawab dengan kerja yang lebih baik,” ungkap Gibran.

Ia juga berjanji menindaklanjuti temuan tersebut melalui evaluasi dan perbaikan kebijakan serta cara kerja pemerintah. Langkah itu, menurutnya, diperlukan agar kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan mampu menjawab persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

“Dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan,” tutupnya.

Pernyataan Gibran tersebut muncul di tengah temuan survei yang memperlihatkan penilaian responden terhadap kondisi pemerintahan. Hasil tersebut menjadi salah satu masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan, komunikasi publik, dan efektivitas pelaksanaan program.

Survei CELIOS Ungkap Penilaian Kinerja Prabowo dan Gibran

Survei CELIOS bersama tim Kabinet Bayangan melibatkan 1.142 responden dari kelompok masyarakat umum dan 129 responden ahli yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Selain tingkat stres masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dan perilaku presiden, survei tersebut mencatat penilaian terhadap kinerja Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut hasil survei, kinerja Prabowo secara keseluruhan memperoleh skor 4,6 dari skala 10 berdasarkan penilaian masyarakat umum. Sementara itu, kelompok ahli memberikan skor 2,8 dari skala yang sama.

Adapun kinerja Gibran mendapatkan nilai 4,9 dari responden masyarakat umum dan 2,2 dari kelompok ahli.

Temuan tersebut menunjukkan perbedaan penilaian antara kelompok masyarakat umum dan responden ahli terhadap kinerja kedua pemimpin nasional tersebut. Meski demikian, hasil survei merupakan gambaran persepsi responden yang terlibat dalam penelitian dan perlu dibaca dengan mempertimbangkan metodologi serta indikator penilaiannya.

Gibran menegaskan bahwa masukan dari masyarakat harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri. Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat (red)