JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat implementasi Program B50 dan pengembangan bioetanol E20. Menurutnya, dua kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Beniyanto menilai arah kebijakan yang digagas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena memanfaatkan potensi sumber daya dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kami mendukung penuh langkah Menteri ESDM dalam mempersiapkan Program E20. Kebijakan ini bukan hanya tentang penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga merupakan strategi memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor bensin, serta mendorong tumbuhnya industri bioetanol berbasis potensi sumber daya dalam negeri,” ujar Beniyanto lewat keterangannya yang diterima Berita Senayan, Selasa (30/6/2026).

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto menegaskan pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam membangun kemandirian energi berbasis energi baru dan terbarukan.

Ia menambahkan, implementasi B50 maupun E20 bukan sekadar program energi, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi tekanan terhadap devisa negara akibat impor BBM, serta menciptakan ekosistem industri energi terbarukan yang berkelanjutan.

Beniyanto optimistis kebijakan tersebut akan memberikan manfaat luas apabila dipersiapkan secara matang melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, dukungan DPR diperlukan agar seluruh tahapan implementasi berjalan optimal dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Ia berharap pemerintah dapat terus mempercepat realisasi kedua program tersebut sehingga Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi jangka panjang (red)