JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat optimisme pemerintah dalam menjaga arah pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Misbakhun menyebut, dokumen KEM-PPKF tersebut tidak hanya memuat target angka ekonomi, tetapi juga menunjukkan strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas fiskal.

“Pemerintah menunjukkan optimisme yang terukur, dengan tetap menjaga kehati-hatian dalam merespons dinamika global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8–6,5 persen mencerminkan komitmen pemerintah memperkuat sektor produktif, investasi, dan konsumsi domestik sebagai motor utama ekonomi nasional.

Selain itu, proyeksi inflasi 1,5–3,5 persen dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sementara asumsi nilai tukar rupiah dan suku bunga SBN 10 tahun menunjukkan kesiapan menghadapi volatilitas pasar keuangan global.

Misbakhun menegaskan, KEM-PPKF 2027 harus menjadi pijakan kuat bagi APBN agar lebih berdampak langsung terhadap masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi rakyat.

“Pertumbuhan harus berkualitas, bukan hanya angka. Harus terasa sampai ke sektor riil dan ekonomi masyarakat bawah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global seperti fluktuasi harga energi dan ketidakpastian geopolitik menuntut kebijakan fiskal yang lebih adaptif namun tetap disiplin.

Menurutnya, APBN 2027 harus dijaga agar tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang (red)