JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga kelestarian kebaya dan budaya Nusantara di tengah derasnya arus modernisasi.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka acara Semarak Budaya dan Halal Bi Halal yang digelar DPP Pengajian Al-Hidayah di Aroem Mahakam Resto, Senin (27/4/2026).

“Perempuan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai religius sekaligus melestarikan budaya lokal sebagai identitas bangsa,” ujarnya.

Menurut Sri Suparni, pelestarian budaya tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga, di mana perempuan memiliki posisi sentral dalam menanamkan kecintaan terhadap tradisi kepada generasi muda.

Acara bertema Melestarikan Kebaya, Merawat Budaya Nusantara ini diikuti tokoh perempuan, aktivis organisasi, dan anggota Pengajian Al-Hidayah yang tampil mengenakan kebaya sebagai simbol komitmen terhadap warisan budaya bangsa.

Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat identitas budaya Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti kebaya sebagai bagian dari diplomasi budaya dan penggerak ekonomi kreatif nasional.

Sementara tausiyah yang disampaikan Yati Pariyati menekankan bahwa menjaga silaturahmi dan mencintai budaya bangsa merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan.

Melalui kegiatan ini, Pengajian Al-Hidayah ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya dan penguatan nilai religius dapat berjalan beriringan dalam membangun karakter bangsa (red)