JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menyoroti ketimpangan investasi Apple di kawasan Asia Tenggara, khususnya antara Indonesia dan Vietnam. Menurutnya, meskipun Apple telah mulai menunjukkan komitmen investasi di Indonesia melalui produksi AirTag di Batam dan komponen AirPods Max di Bandung, nilai investasi tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan Vietnam.
“Jika dibandingkan dengan Vietnam, investasi Apple mencapai lebih dari Rp256 triliun dan mampu menyerap sekitar 200.000 tenaga kerja,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/04).
Ia menjelaskan bahwa di Vietnam, Apple telah mengembangkan berbagai lini produksi seperti MacBook, iPad, Apple Watch, hingga AirPods. Sementara di Indonesia, investasi Apple masih terbatas pada pengembangan talenta melalui Apple Developer Institute serta manufaktur tertentu dengan nilai sekitar Rp15,9 triliun.
Meski demikian, Chusnunia tetap mengapresiasi langkah awal Apple yang telah memulai produksi AirTag di Batam, bahkan disebut sudah mulai diekspor ke Amerika Serikat. Ia juga menilai kehadiran fasilitas perakitan di Kawasan Industri Tunas Industrial Prima (TIP) berpotensi membuka ribuan lapangan kerja baru.
Lebih lanjut, ia menyinggung skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dipilih Apple, yakni skema pengembangan inovasi. Skema ini memungkinkan perusahaan memenuhi regulasi tanpa harus membangun pabrik utama seperti produksi iPhone di dalam negeri.
Ke depan, Chusnunia berharap Apple dapat memperluas investasinya di Indonesia agar tidak hanya berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat sektor manufaktur teknologi.
“Kehadiran Apple di Indonesia harus menjadi bagian dari strategi besar dalam meningkatkan daya saing industri dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” tegasnya (red)

Berita terkait