Berita Senayan
Network

Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik di 2026

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 09 April 2026, 12:17:11 WIB
Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik di 2026
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun menghadapi tekanan ekonomi global dan kenaikan harga minyak dunia. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Halal Bihalal DPP Partai Golkar di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut Bahlil, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM diambil demi menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan, yang disebutnya mirip situasi saat pandemi.

“Kalau kita naikkan BBM dalam kondisi sekarang, dampaknya akan berat bagi masyarakat. Karena tekanan ekonominya sedang tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk menutup kebutuhan tambahan subsidi tanpa harus membebani masyarakat, termasuk dengan mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral.

Bahlil mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia hingga 100 dolar per barel berpotensi menambah beban subsidi hingga Rp220–Rp230 triliun. Namun, pemerintah telah menghitung sumber pendanaan untuk menutup kebutuhan tersebut.

Menurutnya, peningkatan penerimaan negara dari sektor minyak, gas, serta komoditas mineral seperti nikel dapat menjadi solusi untuk menjaga stabilitas fiskal.

“Kita tidak hanya menahan kenaikan harga, tetapi juga mencari sumber pembiayaan agar subsidi tetap aman,” tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar kementerian dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kondisi global.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga energi.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengapresiasi peran kader Partai Golkar, termasuk fraksi di DPR, yang dinilai aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada rakyat (red)