Berita Senayan
Network

Nurdin Halid: BBM Subsidi Stabil, Daya Beli dan Industri Terjaga

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 07 April 2026, 12:00:22 WIB
Nurdin Halid: BBM Subsidi Stabil, Daya Beli dan Industri Terjaga
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kepastian pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada tahun 2026 dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai mampu meredam gejolak biaya produksi sekaligus menjaga daya beli masyarakat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

“Stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga,” ujar Nurdin Halid lewat rilis yang diterima Berita Senayan, Selasa (07/04).

Ia menilai, kepastian harga BBM subsidi memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini juga dinilai memberikan dampak positif tidak hanya bagi industri besar, tetapi juga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Nurdin, UMKM merupakan sektor yang paling rentan terhadap fluktuasi biaya input. Dengan harga BBM yang tetap stabil, tekanan biaya dapat diminimalkan sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk mempertahankan margin dan menjaga keberlangsungan usaha.

“Subsidi harus digunakan secara bijak dan tepat sasaran. Ini adalah instrumen perlindungan sosial, bukan untuk disalahgunakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan subsidi sangat bergantung pada pengawasan distribusi yang ketat. Tanpa pengelolaan yang baik, potensi kebocoran dapat meningkatkan beban fiskal negara dan mengurangi ruang kebijakan di masa depan.

Karena itu, Nurdin mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.

“Dengan stabilitas yang terjaga, industri memiliki peluang untuk tumbuh lebih resilien dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global,” pungkasnya (red)