I Wayan Sudirta Minta Penyidikan Profesional Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Selasa, 31 Maret 2026, 16:46:25 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta meminta aparat penegak hukum menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus secara profesional, transparan, dan berbasis alat bukti yang kuat.
Menurut Wayan, proses hukum tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa pendalaman yang komprehensif terhadap seluruh unsur pidana yang ada dalam perkara tersebut.
“Semua harus didasarkan pada alat bukti yang sah. Jangan sampai ada kekeliruan dalam penetapan pasal yang justru dapat melemahkan proses penegakan hukum itu sendiri,” ujar Wayan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, profesionalisme dan independensi aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam mengungkap fakta secara utuh serta menjaga kepercayaan publik.
“Masyarakat menunggu kejelasan. Oleh karena itu, proses hukum harus dilakukan secara terbuka dan profesional, tanpa intervensi dari pihak manapun,” katanya.
Wayan juga mengingatkan bahwa penyidikan harus mencakup penelusuran motif, pola kejadian, hingga kemungkinan adanya perencanaan di balik tindakan tersebut.
“Penegak hukum harus mendalami seluruh unsur pidana dalam kasus ini, termasuk apakah ada unsur perencanaan yang mengarah pada pasal yang lebih berat,” ujarnya.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai, kehati-hatian dalam menetapkan pasal menjadi penting agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berdampak pada lemahnya proses penegakan hukum di kemudian hari.
Ia menambahkan, Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan kasus ini ditangani secara tuntas dan objektif.
“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai ada bagian yang terlewat dalam mengungkap fakta yang sebenarnya,” tegasnya.
Dengan proses penyidikan yang profesional dan transparan, Wayan berharap penanganan kasus tersebut dapat memberikan kepastian hukum sekaligus rasa keadilan bagi korban (red)
Berita terkait
Hindun Anisah : Biaya Logistik Tinggi...
Oleh Soleh Minta Evaluasi Penugasan TNI...
Sukamta Desak PBB Investigasi Serangan Tewaskan...
Apresiasi Mudik 2026 Lancar, Sari Yuliati...
Meitri Wardani Usul WFH Tekan Dampak...
Rizki Natakusumah : Layanan Fast Track...
Berita Terbaru
Hindun Anisah : Biaya Logistik Tinggi...
Oleh Soleh Minta Evaluasi Penugasan TNI...
