Berita Senayan
Network

Firman Soebagyo : Guru Honorer Digaji Rendah, Perlu Solusi

Redaksi
Laporan Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026, 16:06:33 WIB
Firman Soebagyo : Guru Honorer Digaji Rendah, Perlu Solusi
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo,



JAKARTA,  BERITA SENAYAN – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti perlunya solusi konkret terhadap persoalan kesejahteraan guru, khususnya yang berstatus honorer. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Menurut Firman, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak guru yang menerima gaji jauh dari layak, bahkan dengan sistem pembayaran yang tidak menentu. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

“Masih ada guru digaji Rp300 ribu, dibayar tiga bulan sekali. Ini bukan sekadar masalah teknis, ini kegagalan negara melindungi profesi guru yang sangat strategis,” ujar Firman dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan teknis, tetapi juga menyangkut komitmen jangka panjang dalam menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.

Firman juga menyinggung pentingnya konsistensi kebijakan pendidikan agar tidak berubah-ubah setiap terjadi pergantian pemerintahan. Menurutnya, stabilitas arah kebijakan akan memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk tenaga pendidik.

“Setiap ganti pemerintahan, ganti sistem. Ini bukan reformasi, ini kebingungan yang dilegalkan,” katanya.

Sebagai langkah perbaikan, ia mendorong pemerintah dan DPR untuk merumuskan regulasi yang lebih komprehensif, termasuk pembentukan Undang-Undang Perlindungan Guru. Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan jaminan kesejahteraan sekaligus perlindungan profesi secara berkelanjutan.

“Kalau negara serius, keberpihakan itu harus konkret, bukan retorika. Guru bukan beban anggaran, tapi investasi masa depan,” tegasnya.

Firman berharap, ke depan kebijakan pendidikan dapat lebih berorientasi pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, sehingga mampu mendukung tercapainya tujuan pembangunan sumber daya manusia secara optimal (red).