Berita Senayan
Network

Sarmuji Jelaskan Pernyataan Bahlil: Imbauan Hemat Energi Bukan Larangan Memasak

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 27 Maret 2026, 20:03:30 WIB
Sarmuji Jelaskan Pernyataan Bahlil: Imbauan Hemat Energi Bukan Larangan Memasak
Sekjen DPP Partai Golkar, M. Sarmuji



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, memberikan penjelasan terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengimbau masyarakat agar tidak boros menggunakan kompor saat memasak. Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan ajakan untuk menggunakan energi secara bijak, bukan larangan bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Sarmuji mengatakan, imbauan hemat energi sebenarnya merupakan pesan yang kerap disampaikan pemerintah, bahkan dalam kondisi normal sekalipun.

“Sebenarnya ini imbauan bersifat penegasan saja. Dalam situasi normal pun kita harus hemat energi,” kata Sarmuji, Jumat (27/3/2026).

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menilai, ajakan untuk berhemat energi kembali disuarakan seiring meningkatnya potensi beban subsidi energi nasional di tengah dinamika global. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan berbagai sumber energi.

“Kan kita sering mendapat imbauan seperti mematikan lampu jika tidak diperlukan. Apalagi saat ini potensi beban subsidi energi makin besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sarmuji menjelaskan bahwa contoh penggunaan kompor gas yang disampaikan Bahlil hanya ilustrasi sederhana mengenai kebiasaan hemat energi di rumah tangga. Menurutnya, pelaku aktivitas dapur tentu lebih memahami cara penggunaan energi yang efisien.

“Itu sekadar contoh saja. Secara teknis, pelaku dapur lebih memahami bagaimana caranya. Dan tidak hanya soal memasak, tetapi juga penggunaan listrik dan energi lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghematan energi di tengah potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya penggunaan energi secara bijak agar ketahanan energi nasional tetap terjaga.

“Saya memohon, menyarankan agar kita memakai energi dengan bijak. Kalau masak pakai LPG dan masakannya sudah matang, jangan kompornya boros,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, keterlibatan masyarakat dalam menghemat energi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional ke depan. Ia optimistis, jika dilakukan bersama-sama, langkah tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan energi Indonesia (red)