Berita Senayan
Network

Ali Ahmad: Pemotongan Gaji Pejabat Simbol Kepemimpinan Moral Saat Krisis

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 16 Maret 2026, 12:43:02 WIB
Ali Ahmad: Pemotongan Gaji Pejabat Simbol Kepemimpinan Moral Saat Krisis
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Ali Ahmad,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Ali Ahmad, menilai wacana pemotongan gaji menteri dan pejabat negara sebagai langkah yang memiliki makna simbolik kuat dalam menunjukkan kepemimpinan moral di tengah ketidakpastian global.

Menurut Ali, gagasan yang tengah dikaji oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut harus dipandang sebagai bentuk empati dan solidaritas pemimpin terhadap kondisi masyarakat yang berpotensi terdampak situasi ekonomi global.

“Ketika rakyat diminta bersiap menghadapi dampak ekonomi, para pejabat juga perlu menunjukkan kesiapan berkorban,” ujar Ali Ahmad dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa pemotongan gaji pejabat negara, termasuk menteri dan anggota DPR, memang memiliki nilai simbolik yang kuat. Namun secara fiskal, kontribusinya terhadap anggaran negara relatif terbatas.

Karena itu, ia menekankan langkah tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya instrumen kebijakan ekonomi, melainkan harus ditempatkan sebagai pesan moral dari para pemimpin.

“Pemotongan gaji ini lebih tepat dimaknai sebagai simbol kepemimpinan yang memberi teladan, bukan sebagai solusi utama fiskal,” kata Ali.

Ali juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, berpotensi memengaruhi harga energi, rantai pasok, hingga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut dia, wacana penghematan perlu diperluas menjadi gerakan disiplin fiskal nasional yang lebih komprehensif.

“Dalam situasi seperti ini, wacana penghematan harus diperluas menjadi gerakan disiplin fiskal nasional, mulai dari efisiensi belanja kementerian, penguatan prioritas program, hingga pengendalian pemborosan anggaran,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan apa pun yang diambil pemerintah harus tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat, khususnya kelompok rentan, pelaku UMKM, dan sektor produktif yang terdampak gejolak global.

Selain itu, Ali menekankan pentingnya transparansi komunikasi kepada publik apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan agar dapat dipahami sebagai bentuk kebersamaan nasional.

“Situasi global saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat reformasi dalam pengelolaan anggaran negara, memperkuat efisiensi birokrasi, serta memastikan setiap rupiah APBN memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” tegasnya (red)