JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menilai gejolak tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir sebagai alarm serius bagi reformasi pasar modal Indonesia. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan terhadap praktik manipulasi saham.
Menurut Marwan, penurunan IHSG hingga belasan persen menunjukkan adanya persoalan struktural yang harus segera dibenahi oleh pemerintah dan otoritas pasar modal.
“Gejolak IHSG ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tetapi sinyal kuat bahwa ada masalah serius di pasar modal kita. Ini harus dijadikan momentum untuk reformasi menyeluruh,” ujar Marwan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia menekankan, praktik saham gorengan dan transaksi tidak wajar telah mencederai kepercayaan investor, khususnya investor ritel dan investor asing. Jika tidak ditindak tegas, kondisi ini berpotensi memperburuk iklim investasi nasional.
“Investor butuh kepastian dan keadilan. Kalau pasar terus diwarnai manipulasi, maka kepercayaan akan runtuh. Ini berbahaya bagi perekonomian nasional,” tegasnya.
Marwan juga mengingatkan bahwa instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas pelanggaran pasar modal harus dijalankan secara konkret, bukan sekadar retorika. Ia meminta aparat penegak hukum dan regulator pasar keuangan bergerak cepat dan transparan.
Menurutnya, reformasi pasar modal tidak cukup hanya dengan penindakan kasus per kasus, tetapi juga harus menyentuh sistem pengawasan, transparansi perdagangan, serta perlindungan investor.
“Pasar modal harus menjadi instrumen pembiayaan pembangunan, bukan arena spekulasi liar. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik yang merusak,” katanya.
Sebelumnya, pasar modal Indonesia mendapat sorotan setelah lembaga indeks global MSCI menilai masih adanya persoalan transparansi dalam mekanisme perdagangan saham di Indonesia. Penilaian tersebut turut memicu tekanan terhadap IHSG.
Marwan menegaskan, pembenahan pasar modal merupakan agenda strategis yang harus dijalankan secara konsisten agar Indonesia tetap kompetitif dan dipercaya di mata pasar global.
“Kalau kita ingin ekonomi tumbuh kuat dan berkelanjutan, pasar modal harus sehat, kredibel, dan berintegritas,” pungkasnya (red)

Berita terkait